Indeks

KPK Terus Perdalam Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Mempawah

80 Tahun Merdeka, Gubernur Kalbar Ajak Generasi Muda Ambil Bagian dalam Pembangunan. (Foto: Adpim)

KalbarOke.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pada Rabu 20 Agustus 2025. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemeriksaan terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Dalam agenda tersebut, penyidik KPK memanggil mantan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, berinisial BTW, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Kasus ini disebut-sebut menimbulkan kerugian keuangan negara, meski KPK hingga kini belum mengumumkan detail lebih lanjut terkait siapa tersangka maupun modus operasi dalam proyek jalan di Mempawah tersebut.

Sedangkan, Selasa 19 Agustus 2025, KPK juga memeriksa Staf Ahli Menteri PU Bidang Ekonomi dan Investasi Abram Elsajaya Barus (AEB), diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Mempawah.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih, atas nama AEB selaku PNS Kementerian PU,” ujar Budi Prasetyo, Jubir KPK pada Selasa 19 Agustus 2025.

Tidak hanya itu, sempat tersiar kabar bahwa KPK pada Kamis 21 Agustus 2025, juga memanggil Gubernur Kalbar Ria Norsan untuk menjadi saksi kasus tersebut. “Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama RN,” kata Budi Prasetyo.

Saat KalbarOKe.com mencoba konfirmasi nomor kontak RN mengenai kasus ini, belum ada tanggapan. Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson Azroi diminta keterangan mengenai permasalahan ini, dirinya enggan berbicara banyak. “Gak tahu juga tuh,” ungkapnya singkat, melalui pesan WhatsApp, Kamis 21 Agustus 2025.

Selain perkara Mempawah, KPK juga memeriksa sejumlah saksi untuk kasus lain, mulai dari dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina, pengadaan mesin EDC Bank BRI, hingga gratifikasi di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

KPK menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berjalan sesuai prosedur hukum. Publik diharapkan bersabar menunggu pengumuman resmi terkait perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Mempawah. (*/)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 178 kali

Exit mobile version