MABM Tegaskan Dukung Pemerintahan Norsan-Krisantus, Tapi Tetap Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Sosial

MABM Kalbar menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wagub Krisantus, sembari tetap menjalankan fungsi kontrol sosial bagi daerah. (FOTO: Adp.)

KalbarOke.Com — Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan posisi strategisnya dalam mendukung jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus. Meski menyatakan dukungan penuh, MABM berkomitmen untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial guna memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai koridor moral dan martabat bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum MABM Kalbar, Prof. Chairil Effendy, dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (19/4/2026).

“InsyaAllah MABM Kalbar berkomitmen terus menjaga marwah Melayu. Kami juga berkomitmen untuk mendukung pembangunan Kalbar yang dipimpin oleh Gubernur Ria Norsan dan Wagub Krisantus. Namun, kami juga tidak akan lengah untuk turut serta mengoreksi jalannya roda pemerintahan agar tetap sesuai dengan harkat dan martabat,” tegas Prof. Chairil Effendy.

Sejak didirikan pada tahun 1997, MABM telah menjadi motor pelestari budaya sekaligus mitra kritis pemerintah. Kehadiran Museum Melayu di Pontianak serta pembangunan rumah adat di berbagai kabupaten/kota menjadi bukti kerja nyata organisasi ini dalam memperkuat identitas daerah di tengah kemajuan zaman.

Baca :  Indonesia Gandeng Rusia Bangun Kilang Minyak, Upaya Tekan Impor BBM dan Perkuat Ketahanan Energi

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut hangat dukungan serta komitmen MABM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa budaya Melayu adalah ekosistem nilai yang berlandaskan pada adab. Norsan berharap MABM dapat menjadi benteng informasi positif di tengah maraknya disinformasi di era digital.

“MABM harus menjadi ‘jembatan’ yang menghubungkan masa lalu yang luhur dengan masa depan yang modern. Jangan biarkan anak muda kita kehilangan jati diri,” ujar Gubernur Ria Norsan.

Norsan juga mengajak keluarga besar MABM untuk terus menjadi organisasi yang inklusif dan terbuka, serta menjadi elemen pemersatu dalam keberagaman mozaik budaya di Kalimantan Barat. Ia mendoakan agar sinergi antara pemerintah dan organisasi adat semakin kuat demi mewujudkan daerah yang rukun dan aman.

Acara Halal Bihalal ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Aplikasi Pantunin AI dan buku “Dayak-Melayu, Satu Darah, Dua Dunia”. Momentum ini menjadi penanda bahwa identitas budaya lokal kini mulai beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Baca :  Prabowo Beri Arahan Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang, Tekankan Peran Strategis Daerah

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Sy. Abdullah Alqadrie, para Raja dan Sultan se-Kalbar, jajaran Forkopimda, serta tokoh adat dari berbagai puak.


Ringkasan Berita:

  • MABM Kalbar secara resmi menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Gubernur Ria Norsan dan Wagub Krisantus dalam acara Halal Bihalal, Minggu (19/4/2026).
  • Ketua Umum MABM Prof. Chairil Effendy menegaskan organisasi tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan koreksi terhadap jalannya pemerintahan daerah.
  • Gubernur Ria Norsan mengapresiasi peran MABM dan meminta organisasi tersebut menjadi jembatan antara nilai luhur masa lalu dengan modernitas.
  • Kegiatan ini juga meluncurkan Aplikasi Pantunin AI dan buku bertema persaudaraan Dayak-Melayu sebagai simbol adaptasi budaya di era digital.
  • Sinergi antara pemerintah dan MABM diharapkan terus terjaga untuk memastikan pembangunan di Kalimantan Barat tetap berlandaskan pada harkat dan martabat.