KalbarOke.com – Suasana Lebaran di Kota Pontianak tidak hanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga inti, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar komunitas. Salah satunya melalui kegiatan “Lebaran Sastra: Silaturahim Literasi” yang kembali digelar dengan penuh kehangatan.
Acara yang mempertemukan pegiat literasi, sastrawan, hingga seniman ini berlangsung di Rumah Budaya, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Tenggara, pada Sabtu (18/4/2026). Kehadiran para tokoh lintas bidang ini menciptakan ruang kebersamaan yang inklusif di tengah suasana Idulfitri.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Lebaran Sastra telah bertransformasi menjadi wadah rutin yang dinanti-nanti oleh para aktivis sosial dan masyarakat umum untuk saling bermaaf-maafan sambil berdiskusi ringan tentang perkembangan budaya.
Tradisi Unik yang Menyatukan Lintas Generasi
Penggagas Lebaran Sastra, Ahmad Sofian, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan biasa. Lebih dari itu, Lebaran Sastra adalah ruang terbuka untuk menjembatani silaturahmi lintas bidang dan lintas generasi.
Ia berharap tradisi ini tidak hanya berhenti di Pontianak, tetapi juga dapat terus konsisten dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk membangun ekosistem literasi yang akrab dan kekeluargaan.
“Lebaran Sastra adalah ruang untuk mempererat silaturahmi lintas bidang. Kami berharap ini menjadi tradisi tahunan yang terus terjaga di Pontianak,” ujar Ahmad Sofian.
Keberlanjutan Melalui Semangat Swadaya (Crowdfunding)
Salah satu hal yang menarik dari penyelenggaraan Lebaran Sastra adalah sistem pendanaannya. Ahmad Sofian menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana secara mandiri melalui dukungan swadaya dari berbagai komunitas dan masyarakat.
Melalui sistem urunan atau crowdfunding, setiap individu berkontribusi sesuai kemampuannya, baik dalam bentuk tenaga, materi, hingga dukungan doa. Prinsip dari, oleh, dan untuk komunitas inilah yang membuat Lebaran Sastra terasa sangat otentik.
“Diibaratkan sebagai momen berkumpulnya keluarga besar, di mana setiap orang hadir untuk menjaga silaturahmi dalam suasana hangat di bulan Syawal,” tambah Sofian mengenai filosofi acara tersebut.
Memperkuat Budaya Literasi Kota Pontianak
Dukungan juga mengalir dari pihak pemerintah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Rendrayani, yang turut hadir, mengapresiasi inisiatif mandiri para pegiat literasi ini sebagai langkah nyata penguatan budaya baca dan seni di Pontianak.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Lebaran Sastra diharapkan tetap menjadi “ruang temu” yang produktif. Selain menjaga tradisi silaturahmi, acara ini secara tidak langsung memperkokoh pondasi budaya literasi di Kota Khatulistiwa agar tetap relevan di masa depan.
Ringkasan Berita
-
Lebaran Sastra ke-4 sukses digelar di Rumah Budaya Pontianak sebagai wadah silaturahmi pegiat literasi, seniman, dan aktivis sosial.
-
Kegiatan ini digagas oleh Ahmad Sofian dan dilaksanakan sepenuhnya melalui sistem swadaya atau crowdfunding dari berbagai komunitas.
-
Acara ini bertujuan mempererat hubungan lintas generasi serta memperkuat ekosistem literasi di Kota Pontianak.
-
Pemerintah melalui Disperpusip Kota Pontianak mengapresiasi konsistensi kegiatan ini dalam menjaga tradisi budaya dan literasi di bulan Syawal.







