Panitia MTQ Kalbar 2026 Siapkan Suplai Air Bersih dan Voucher BBM Antisipasi Kemarau di Kayong Utara

Panitia MTQ XXXIV Kalbar 2026 menyiapkan suplai air bersih dua kali sehari, voucher BBM, serta homestay bagi 14 kafilah demi menjamin kelancaran pelaksanaan di Kayong Utara. Foto: dok LPTQ Kalbar

KalbarOke.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya menuntut kesiapan arena perlombaan, tetapi juga kesiapan pelayanan bagi ratusan peserta dari seluruh daerah. Menghadapi musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Kayong Utara, panitia menempatkan ketersediaan air bersih dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai dua persoalan utama yang harus diantisipasi sebelum pembukaan MTQ.

Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Technical Meeting MTQ XXXIV Kalbar yang mempertemukan panitia dengan pimpinan kafilah dari 14 kabupaten/kota di Pendopo Bupati Kayong Utara, Kamis (23/7/2026).

Ketua Umum Panitia MTQ XXXIV Kalbar, H. Erwin Sudrajat, mengatakan musim kemarau menyebabkan pasokan air bersih di sejumlah wilayah mengalami keterbatasan. Untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas peserta, panitia telah menyiapkan sistem distribusi air ke seluruh penginapan kafilah.

Menurut Erwin, suplai air bersih akan dilakukan dua kali setiap hari, yakni pada pagi dan sore hari, sehingga kebutuhan peserta maupun pendamping tetap terpenuhi selama mengikuti rangkaian MTQ. Selain persoalan air bersih, panitia juga memberi perhatian terhadap kondisi pasokan BBM di Kayong Utara yang belakangan mengalami keterbatasan.

Baca :  Menelusuri Jejak Sultan Tengah: Kisah Pemersatu Sejarah Sarawak, Sukadana, dan Sambas Versi Jiran

Pemerintah daerah, kata Erwin, telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah stok BBM selama penyelenggaraan MTQ. Di sisi lain, panitia juga akan membagikan voucher BBM kepada kafilah yang menggunakan kendaraan agar mobilitas peserta tidak terganggu.

Persiapan akomodasi juga menjadi fokus panitia. Berbeda dengan menggunakan hotel, peserta MTQ akan ditempatkan di rumah-rumah warga atau homestay yang lokasinya berada di sekitar arena kegiatan.

Setiap kafilah memperoleh tiga unit rumah, terdiri atas dua rumah untuk peserta dan satu rumah bagi pendamping atau ofisial. Panitia mengupayakan seluruh rumah tersebut berada dalam lokasi yang saling berdekatan sehingga memudahkan koordinasi masing-masing kafilah selama mengikuti perlombaan.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kalimantan Barat, H. Andi Musa, mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kualitas perlombaan, tetapi juga pelayanan kepada peserta, ofisial, dan dewan hakim. Dalam pemaparannya, Andi menegaskan terdapat tujuh pelayanan dasar yang wajib dipastikan berjalan optimal selama penyelenggaraan MTQ.

Baca :  Nasib Cagar Alam Karimata 10 Tahun ke Depan Mulai Dibahas, Warga Pesisir Diajak Terlibat

Ketujuh layanan tersebut meliputi kesiapan arena lomba termasuk lokasi pembukaan dan penutupan, akomodasi dewan hakim serta kafilah, konsumsi, transportasi lokal, fasilitas kesehatan, keamanan seluruh rangkaian kegiatan, hingga pelayanan Liaison Officer (LO) bagi seluruh kontingen dari 14 kabupaten dan kota.

Materi mengenai tujuh pelayanan dasar itu turut dipaparkan melalui layar utama di Pendopo Bupati Kayong Utara sebagai pedoman bagi panitia dan seluruh peserta technical meeting.

Menurut Andi, seluruh sektor pelayanan tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan peserta sekaligus menentukan kelancaran penyelenggaraan MTQ. Karena itu, setiap kendala yang muncul selama pelaksanaan harus segera ditangani melalui koordinasi antara panitia, LO, dan pimpinan kafilah.

Technical meeting tersebut dihadiri para ketua kafilah beserta Liaison Officer dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Selain menjadi forum penyamaan persepsi mengenai pelaksanaan MTQ, pertemuan juga dimanfaatkan untuk menginventarisasi berbagai kebutuhan kafilah menjelang dimulainya MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara pada 1–9 Agustus 2026. (*/)