KalbarOke.com — Sebuah jembatan di Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, menjadi titik perhatian jajaran TNI dan Polri pada Kamis, 13 Agustus 2026. Di tempat itu, program pembangunan infrastruktur dasar pemerintah diluncurkan secara daring, termasuk 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama rombongan hadir dalam kegiatan tersebut. Kunjungan kerja itu sekaligus mempertemukan jajaran TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam agenda pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Lokasi kegiatan berada di Jembatan Aramco, Jalan Padat Karya, Desa Kartiasa. Rombongan Pangdam didampingi Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sambas.
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, serta Ketua Pengadilan Negeri Sambas Reza Apriadi. Peluncuran program berlangsung secara terpusat dan diikuti secara daring dari daerah.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat, Kapolri hingga Presiden Republik Indonesia yang sekaligus meresmikan program pembangunan jembatan dan sarana air bersih.
Program tersebut menyasar dua kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: konektivitas dan akses terhadap air bersih.
Jembatan tidak hanya menjadi penghubung dua sisi wilayah. Bagi masyarakat di daerah yang akses jalannya terbatas, keberadaan jembatan dapat menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke sekolah, bekerja hingga membawa hasil usaha.
Sementara akses air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat. Dalam peluncuran tersebut, Kapolri menyampaikan kontribusi Polri melalui program pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi.
Jembatan-jembatan itu tersebar di 30 Polda. Dari total tersebut, sebanyak 874 unit disebut telah selesai dibangun. Sebanyak 17 unit masih dalam tahap pembangunan, sedangkan empat lainnya berada pada tahap perencanaan.
Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Salah satu fokusnya adalah membuka akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan berbagai aktivitas warga.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan kehadiran TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut mencerminkan sinergi untuk mendukung program pemerintah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur dasar memiliki posisi penting dalam meningkatkan konektivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan sarana air bersih memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan masyarakat,” kata Sadoko.
Terutama di wilayah yang masih membutuhkan akses dan pelayanan dasar, pembangunan tersebut diharapkan dapat memangkas hambatan mobilitas warga.
Di Sambas, jembatan yang menjadi lokasi peluncuran program itu akhirnya bukan hanya soal konstruksi fisik. Ia menjadi bagian dari cerita yang lebih besar: bagaimana akses dasar dibangun agar masyarakat dapat bergerak lebih mudah, memperoleh pelayanan, dan menjalankan aktivitas tanpa terhalang kondisi geografis.
Bagi daerah perbatasan seperti Sambas, pembangunan semacam ini sekaligus menjadi penanda bahwa konektivitas bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya memperkuat kehidupan masyarakat di wilayah paling depan Indonesia. (*/)






