Tak Terakomodir di Kabinet, Kalbar Kurang Diperhitungkan?

PONTIANAK, KB1 – Tak terakomodirnya putra atau putri asal Kalimantan Barat dalam kabinet di Pemerintahan Jokowi-JK, menurut M Faiz, Ketua Indonesia Bersuara Kalbar, sangat disesalkan. “Ini jelas menunjukan, Kalbar kurang diperhitungkan di pentas nasional,” ujarnya Minggu (26/10), disela-sela menyaksikan pengumuman cabinet Jokowi-JK yang berlangsung di Jakarta melalui siaran langsung televisi, di Pontianak.

Menurut Faiz, banyak pertimbangan sebenarnya untuk mengakomodir Kalbar dalam cabinet. Diantaranya adalah kondisi Kalbar yang sangat strategis, yaitu terletak di wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara luar. Dengan demikian Kalbar merupakan beranda Negara Indonesia yang mesti mendapat perhatian khusus.

Karena itu, ungkap Faiz, jelas wajar kiranya jika Jokowi-JK melibatkan putra terbaik Kalbar untuk ikut bersama-sama dalam pemerintahan yang sekarang. “Perbatasan kan dikatakan Pak Jokowi sewaktu di Kalbar atau pada berbagai kesempatan, termasuk dalam debat, untuk menjadi salah satu konsennya jika menjadi Presiden,” tandasnya.

Baca :  Daftar ke PKB, Andi Harun-Sugioto (Rico) Berpasangan Maju Pilwako Pontianak

Pandangan serupa disampaikan Lukman, warga asal Kabupaten Sambas. Menurutnya Jokowi-JK sudah sepantasnya untuk mengikutsertakan putra asal Kalbar dalam pemerintahan, mengingat kontribusi yang diberikan Kalbar sangat signifikan. “Saat Pilpres kemarin, Jokowi-JK itukan menang mutlak di daerah ini. Mestinya itu menjadi pertimbangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, ketika proses seleksi sedang berlangsung oleh tim transisi, beberapa nama sempat mencuat disorongkan untuk menjadi menteri pada pemerintahan Jokowi-JK. Misalnya Gubernur Kalbar Cornelis dan Rektor Untan Thamrin Usman. Namun seiring berjalannya proses penjaringan hingga pengumuman, tak ada seorang pun putra asal daerah ini yang terakomodir. “Posisi tawar kita terhadap pusat atau di pentas nasional, kedepan mesti harus lebih kuat lagi,” tegas M Faiz, Ketua Indonesia Bersuara Kalimantan Barat. (awr)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1390 kali