Usia Harapan Hidup Tembus 75,4 Tahun, Wako Edi Kamtono Kebut Infrastruktur Ramah Lansia

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berkomitmen meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap mandiri, produktif, dan bahagia melalui perluasan ruang terbuka hijau. (Foto: Pro)

KalbarOke.Com — Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya keras meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia). Salah satu arah kebijakan yang ingin diwujudkan secara konkret adalah hadirnya sosok lansia yang mandiri, sehat, produktif, serta tetap diliputi kebahagiaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Pemerintah Kota Pontianak berupaya bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan para lansia di Kota Pontianak ini. Yang kita harapkan adalah lansia yang mandiri, artinya bisa beraktivitas secara mandiri tanpa bergantung penuh pada orang lain,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka peringatan Hari Lanjut Usia Indonesia di halaman Kantor Dinas Sosial Kota Pontianak, Jumat (12/6/2026) pagi.

Edi menjelaskan, setiap lansia memiliki kondisi fisik dan psikologis yang berbeda-beda. Ada yang masih bugar dan mandiri, namun ada pula yang mulai mengalami fase ketergantungan tingkatan ringan, sedang, hingga berat. Oleh karena itu, investasi menjaga kesehatan sejak usia dini menjadi kunci utama agar masa tua tetap produktif.

Menurutnya, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu terus dibudayakan. Mulai dari olahraga ringan seperti senam lansia, menjaga pola makan seimbang, hingga rutin memeriksakan kondisi medis ke posyandu lansia, puskesmas, maupun rumah sakit terdekat.

“Dalam rangka menuju lansia yang produktif dan mandiri, tentu harus dimulai dengan pola hidup sehat. Seperti tadi kita senam lansia bersama, kemudian menjaga pola makan dan rutin memeriksakan kesehatan secara berkala,” katanya menerangkan.

Ia juga memotivasi para lansia untuk tidak ragu menyalurkan hobi positif guna mengisi waktu luang. Aktivitas terukur seperti menanam pohon, berkebun di pekarangan, memasak, maupun kegiatan kreatif lainnya dinilai efektif membantu psikologis lansia agar tetap aktif, komparatif, dan terhindar dari stres.

Baca :  Pontianak Tuan Rumah Raker APEKSI 2026, Sembilan Wali Kota Se-Kalimantan Bahas Penguatan Fiskal

Menariknya, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata angka usia harapan hidup warga Kota Pontianak kini telah sukses mencapai 75,4 tahun. Angka yang cukup tinggi ini menjadi indikator sahih bahwa kualitas penataan lingkungan hidup serta penyediaan layanan kesehatan dasar di Kota Khatulistiwa terus memberikan pengaruh positif yang signifikan.

Peningkatan usia harapan hidup ini tidak terlepas dari komitmen Pemkot dalam menata kota agar semakin sehat, bersih, teduh, dan berkualitas. Penyediaan fasilitas publik berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di berbagai sudut kota terbukti ampuh merangsang masyarakat, khususnya kelompok lansia, untuk lebih aktif bergerak di luar ruangan.

“Banyak warga usia 60 tahun ke atas yang rutin melakukan aktivitas olahraga, jalan sehat, dan agenda sosial lainnya di ruang-ruang terbuka hijau kita. Ini sangat menunjang warga untuk lebih produktif dan lebih banyak bergerak,” ungkap Edi Rusdi Kamtono.

Melihat dampak positif tersebut, Edi menegaskan Pemkot Pontianak akan terus memperluas zona RTH dan optimalisasi kawasan Car Free Day (CFD). Berdasarkan hasil survei indeks kepuasan, kawasan CFD dinilai sangat mampu mendongkrak indeks kebahagiaan warga karena bertindak sebagai ruang interaksi sosial, olahraga massal, sekaligus sarana rekreasi keluarga yang murah meriah.

“Seperti Car Free Day di Jalan Ahmad Yani, setiap hari Minggu selalu ramai dan menjadi salah satu ruang krusial yang sukses menaikkan kualitas indeks kebahagiaan masyarakat kita,” jelasnya.

Edi menambahkan, agenda mewujudkan lansia mandiri ini tidak bisa dibebankan pada satu instansi dinas saja. Perlu ada kerja rukun dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik yang bersentuhan langsung pada sektor jaminan sosial maupun dinas teknis infrastruktur, demi melahirkan regulasi dan fasilitas umum yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan lansia.

Baca :  Ada Kontes Arwana Super Red di PCC, Wali Kota Pontianak Sebut Jadi Langkah Strategis Dongkrak UMKM

“Tentu momentum Hari Lansia ini harus didukung oleh seluruh OPD terkait, guna meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang agar warga Kota Pontianak semakin nyaman tinggal di sini, semakin sehat, segar, dan bahagia di hari tuanya,” pungkas Edi.

Dalam nuansa penuh kekeluargaan tersebut, upacara peringatan juga dirangkai dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako gratis, bantuan peralatan rumah tangga produktif seperti kompor gas, selang, dandang, dan kuali, serta penyerahan bantuan kursi roda bagi para lansia yang membutuhkan bantuan mobilitas fisik.


Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin peringatan Hari Lanjut Usia Indonesia di halaman Kantor Dinas Sosial, Jumat (12/6/2026) pagi.
  • Berdasarkan data BPS, angka usia harapan hidup warga Kota Pontianak sukses menyentuh 75,4 tahun berkat lingkungan kota yang bersih, sehat, dan tersedianya banyak RTH.
  • Wako Edi Kamtono mengimbau para lansia merutinkan olahraga ringan, menjaga pola makan, serta memanfaatkan fasilitas Car Free Day (CFD) Ahmad Yani untuk menjaga kebahagiaan.
  • Pemkot Pontianak mendorong seluruh OPD berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem kota serta fasilitas infrastruktur publik yang ramah lansia.
  • Agenda ini diwarnai dengan penyerahan bantuan jaminan sosial berupa kursi roda, paket sembako, dan berbagai peralatan memasak untuk menunjang kemandirian ekonomi lansia.