KalbarOke.Com – Urat nadi transportasi vital di Kabupaten Kubu Raya, Jembatan Kapuas 2, sempat mengalami lumpuh total pada Senin (12/1/2026). Kemacetan panjang terjadi setelah sebuah truk bermuatan berat mengalami kendala teknis tepat di atas jembatan saat melaju dari arah Desa Kapur menuju Pontianak.
Kasat Lantas Polres Kubu Raya, IPTU J. Effendhi Kusuma melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menjelaskan bahwa truk tersebut mengalami mati mesin mendadak akibat masalah pada saluran bahan bakar.
“Setelah diperiksa, ternyata selang solar kendaraan tersebut mengalami kondisi ‘masuk angin’ atau terdapat udara dalam saluran bahan bakar. Personil di lapangan bahu-membahu membantu sopir melakukan proses pompa pada priming pump untuk menghidupkan kembali mesin,” ujar Aiptu Ade saat dikonfirmasi.
Kesigapan anggota Satlantas di lokasi sangat krusial, mengingat posisi truk yang berhenti di tanjakan jembatan berisiko tinggi dan langsung memutus arus kendaraan di belakangnya. Meski evakuasi mekanis dilakukan dengan cepat, tantangan sebenarnya justru muncul dari perilaku pengguna jalan lainnya.
Kondisi lalu lintas yang sempat memanas diperparah oleh aksi tidak tertib sejumlah pengendara roda dua. Karena tidak sabar menunggu proses evakuasi, banyak pemotor nekat mengambil jalur berlawanan atau “makan jalan” demi menembus kemacetan.
Aksi nekat ini justru menjadi bumerang karena menyebabkan gridlock atau penguncian arus lalu lintas. Jalur yang seharusnya digunakan oleh kendaraan dari arah berlawanan tertutup rapat oleh lautan sepeda motor, sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa bergerak dua arah.
“Setelah truk berhasil jalan, masalah belum selesai karena jalur lawan arah penuh oleh motor. Hal ini sangat menyulitkan kendaraan dari arah seberang untuk melintas,” tambah Ade.
Ketidaksabaran pengendara ini dinilai sangat merugikan, karena durasi kemacetan yang seharusnya bisa segera terurai menjadi jauh lebih lama akibat arus yang saling mengunci. Polisi pun terpaksa bekerja ekstra keras untuk menormalkan kembali tata letak kendaraan di atas jembatan.
Melihat situasi yang semakin semrawut, IPTU J. Effendhi Kusuma memerintahkan jajarannya untuk melakukan tindakan tegas namun persuasif. Personil Satlantas terpaksa melakukan aksi “pagar betis” secara manual di tengah jembatan untuk menghalau pemotor yang menyerobot jalur.
“Personil melakukan aksi pagar betis secara manual. Kami berdiri di tengah jalan untuk menghalau dan mengarahkan pengendara roda dua kembali ke jalur yang semestinya agar arus dari lawan arah bisa mengalir,” tegas Aiptu Ade.
Aksi pagar betis ini perlahan membuahkan hasil hingga satu per satu kendaraan mulai bisa merayap maju. Satlantas Polres Kubu Raya mengingatkan kembali kepada para pemilik kendaraan bermuatan besar untuk rutin mengecek kondisi fisik kendaraan guna mencegah kejadian serupa di titik-titik vital.
Pihak kepolisian juga menyayangkan aksi pengendara yang tidak disiplin. Disiplin di jalur masing-masing saat terjadi kendala teknis di jalan raya adalah kunci agar kemacetan tidak berkembang menjadi lumpuh total. Polisi menegaskan bahwa mengambil jalur lawan arah hanya akan memperburuk keadaan dan membahayakan keselamatan publik.
Ringkasan Berita
• Jembatan Kapuas 2 mengalami kemacetan parah pada Senin (12/1/2026) akibat sebuah truk bermuatan mogok karena selang solar “masuk angin”.
• Kemacetan diperburuk oleh aksi pengendara motor yang tidak sabar dan nekat melawan arus sehingga menyebabkan gridlock.
• Personil Satlantas Polres Kubu Raya terpaksa melakukan aksi “pagar betis” manual berdiri di tengah jalan untuk mengatur motor kembali ke jalurnya.
• Arus lalu lintas akhirnya kembali normal setelah truk berhasil dievakuasi dan motor diarahkan kembali secara tegas oleh petugas.
• Kepolisian mengimbau pentingnya pengecekan kendaraan sebelum bepergian dan meminta masyarakat tetap disiplin dalam mengantre saat terjadi macet.







