Landak  

Jalan Rusak di Landak Viral, Bupati Karolin: Kami Tidak Tutup Mata, Perbaikan Dilakukan Bertahap

Bupati Landak Karolin Margret Natasa merespons keluhan warga soal jalan rusak. Pemkab Landak memprioritaskan perbaikan jalur ekonomi dan akses layanan publik. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan rusak di berbagai pelosok Kabupaten Landak yang ramai di media sosial mendapat tanggapan langsung dari pemerintah daerah. Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi lapangan dan menjadikan perbaikan infrastruktur sebagai prioritas utama.

Jalan tanah berlubang yang sulit dilalui saat musim hujan memang menjadi tantangan besar bagi warga pedesaan. Bupati Karolin menyebut kritik masyarakat tersebut sebagai masukan penting untuk memetakan kebutuhan pembangunan yang mendesak.

“Kami memahami keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di desa dan kecamatan. Itu menjadi perhatian pemerintah daerah, dan perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap,” ujar Karolin Margret Natasa, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan data Dinas PUPRPERA Landak, jaringan jalan kabupaten memiliki panjang total 984,54 kilometer. Namun, tantangan besar muncul pada tingkat kemantapan jalan yang tercatat berada di angka 33,15 persen atau sekitar 326,39 kilometer dalam kondisi baik. Penurunan persentase dari tahun sebelumnya dipengaruhi oleh luasnya cakupan penanganan hingga ke jalan desa serta keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi fiskal.

Baca :  Disergap di Siang Bolong, Pengedar Sabu di Dusun Raiy Ngabang Diamankan Bersma Timbangan Digitalnya

Menyiasati keterbatasan dana daerah, Bupati Karolin menerapkan strategi skala prioritas. Penanganan infrastruktur difokuskan pada jalur-jalur yang memiliki dampak ekonomi tinggi dan akses layanan publik.

Dalam upaya menanggulangi kerusakan infrastruktur, Bupati Karolin menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini memfokuskan perbaikan pada jalur-jalur yang paling penting bagi hajat hidup orang banyak.

Prioritas utama diberikan pada ruas jalan yang menjadi urat nadi ekonomi desa guna memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar. Selain itu, penanganan juga didahulukan bagi akses pelayanan dasar seperti jalan menuju puskesmas dan sekolah, serta pembukaan konektivitas pada wilayah terpencil untuk memangkas waktu tempuh warga menuju pusat kecamatan.

“Kita ingin pembangunan tidak hanya dirasakan di kota, tetapi sampai ke desa-desa yang selama ini aksesnya terbatas,” tegasnya.

Memasuki satu tahun kepemimpinan periode kedua pasangan Karolin–Erani, komitmen membangun dari pinggiran tetap dijaga. Selain jalan, pemerintah daerah juga secara rutin melakukan rehabilitasi pada infrastruktur pendukung seperti jembatan dan irigasi pertanian.

Baca :  Suarakan Aspirasi Desa di SICC Bogor, Bupati Karolin: Kebijakan Pusat Harus Menyentuh Kondisi Nyata

Meskipun perbaikan tidak dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, Pemkab Landak menjanjikan peningkatan kualitas akses setiap tahunnya agar aktivitas ekonomi desa tidak lagi terhambat oleh kendala infrastruktur.


Ringkasan Berita

*Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan perbaikan jalan kabupaten tetap berjalan bertahap meskipun di tengah keterbatasan anggaran (efisiensi fiskal).

*Keluhan warga di media sosial mengenai jalan rusak di desa-desa dijadikan dasar penentuan prioritas pembangunan infrastruktur.

*Tingkat kemantapan jalan kabupaten pada 2025 tercatat 33,15 persen, dengan fokus perbaikan pada akses ekonomi, puskesmas, dan sekolah.

*Total panjang jalan yang dikelola mencapai 984,54 km, dengan realisasi pembangunan dan rehabilitasi terus dilakukan sepanjang tahun 2025.

*Selain jalan, Pemkab Landak juga menangani 179,9 hektare daerah irigasi guna mendukung produktivitas lahan pertanian masyarakat.