Ria Norsan Harap Penyebab Jatuhnya Helikopter di Sekadau Diusut Tuntas Sampai Jelas

Gubernur Kalbar Ria Norsan meminta penyelidikan mendalam terkait penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX di Sekadau. (Foto: Gubernur sampaikan belasungkawa pada keluarga korban helikopter jatuh./Adp)

KalbarOke.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, berharap adanya investigasi secara menyeluruh terkait penyebab jatuhnya helikopter EC 130 T2 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan konferensi pers di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar, Jumat (17/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan didampingi oleh Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto. Gubernur menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam kepada keluarga para korban atas musibah yang terjadi pada helikopter yang terbang dari Melawi menuju Sekadau tersebut.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan atas nama masyarakat Kalimantan Barat mengucapkan bela sungkawa dan berduka cita yang sangat dalam kepada Keluarga Korban, dan juga kepada Almarhum,” ungkap Ria Norsan.

Gubernur juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Ia menegaskan pentingnya penyelidikan tuntas sebagai langkah evaluasi agar kecelakaan serupa tidak dialami oleh siapapun lagi di masa mendatang.

Gubernur Kalbar juga berharap agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terkait penyebab musibah ini, sebagai upaya evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari kepada siapapun.

Baca :  Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan: Batak di Sini Adalah Batak Kalimantan Barat, Bagian dari Kita

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim SAR, TNI, Polri, serta warga yang telah bergerak cepat melakukan pencarian di medan yang sulit. Gubernur bersyukur karena seluruh jenazah akhirnya bisa dievakuasi ke rumah sakit.

Kepada masyarakat, Ria Norsan berpesan untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi instansi terkait agar proses penanganan berjalan lancar. Ia meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap mengikuti arahan pihak berwenang.

“Mari semua unsur stakeholder kita bersinergi dalam penanganan kejadian ini dan juga mengusut tuntas bagaimana kejadian ini supaya kedepannya kecelakaan-kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan bahwa helikopter PK-CFX tersebut hilang kontak sekitar pukul 09.00 WIB pada Kamis (16/4/2026). Tim gabungan baru berhasil menemukan posisi jatuhnya helikopter pada pukul 18.50 WIB di hari yang sama.

Kapolda memaparkan bahwa lokasi kejadian memiliki geografis yang sangat berat sehingga dibutuhkan waktu lama untuk mencapainya. Karena medan yang terjal, evakuasi baru bisa dilanjutkan pada Jumat pagi mulai pukul 06.00 WIB.

Baca :  Bukan Sekadar Gemuk, PERKENI Kalbar Sebut Obesitas Pintu Masuk Kanker Hingga Gangguan Kesuburan

Berdasarkan data yang ada, helikopter tersebut membawa delapan orang yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolda memastikan pihak kepolisian akan membantu seluruh proses pengurusan jenazah hingga selesai. Saat ini, petugas masih menunggu konfirmasi sidik jari untuk memastikan identitas salah satu warga negara asing yang menjadi korban dalam musibah tersebut.


Ringkasan Berita:

  • Gubernur Kalbar Ria Norsan meminta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX di Sekadau sebagai bahan evaluasi.
  • Dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Jumat (17/4/2026), Gubernur menyampaikan duka mendalam dan mengapresiasi kerja cepat tim SAR gabungan.
  • Seluruh jenazah korban yang berjumlah delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
  • Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya helikopter berada di medan yang sangat terjal sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan upaya ekstra.
  • Pihak kepolisian berkomitmen mengawal seluruh proses pengurusan jenazah hingga tuntas, termasuk identifikasi sidik jari bagi korban warga negara asing.