Tragedi Karhutla di Desa Parit Banjar: Niat Padamkan Lahan, Seorang Petani 70 Tahun Tutup Usia

Seorang petani berusia 70 tahun ditemukan meninggal dunia di kebun Desa Parit Banjar, Mempawah, diduga akibat sesak napas saat memadamkan api pada Kamis (26/3/2026). (Foto: Warga bertakziah di kedaiaman Almarhum sebelum dikebumikan/Hms.)

KalbarOke.Com — Suasana tenang di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah mendadak berubah mencekam pada Kamis (26/3/2026) siang. Seorang warga menemukan sesosok pria dalam kondisi tak bernyawa di area perkebunan milik warga setempat.

Korban diketahui bernama H. Sehid alias Majuri bin Martoko. Pria berusia 70 tahun tersebut merupakan seorang petani yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan jasadnya.

Peristiwa pilu ini pertama kali diketahui oleh Tilam (48) sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, Tilam awalnya hanya berniat untuk mencari sayur di sekitar kebun milik warga.

Namun, langkah Tilam mendadak terhenti sekitar pukul 12.10 WIB saat melihat tubuh seorang pria terbaring kaku di tanah. Ia pun memberanikan diri untuk mendekat guna memastikan kondisi orang tersebut.

“Saya awalnya cuma mau cari sayur di kebun. Pas jalan, saya lihat ada orang tergeletak. Waktu saya dekati, ternyata sudah tidak bergerak,” ujar Tilam pada Kamis (26/3/2026).

Sadar ada yang tidak beres, Tilam segera memanggil warga lainnya untuk meminta bantuan. Dalam waktu singkat, kabar penemuan mayat ini menyebar dan warga bersama-sama mengevakuasi korban ke rumah duka.

Baca :  Urus Adminduk Cukup Satu Jam! Revolusi Pelayanan Disdukcapil Lewat Program Landak Pasti

Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 12.30 WIB. Anggota kepolisian segera melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian melakukan olah TKP serta identifikasi bersama Tim Inafis Polres Mempawah. Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” jelas Iptu Imran pada Kamis (26/3/2026).

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, korban diduga sempat membakar lahan miliknya yang ditanami pohon kelapa. Namun, api tersebut kemudian merembet hingga ke kebun milik tetangganya.

Diduga karena panik melihat api meluas, korban berusaha memadamkan api seorang diri. Kuatnya kepulan asap di lokasi diduga membuat petani lansia tersebut kehabisan napas hingga pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

“Diduga korban mengalami sesak akibat asap saat mencoba memadamkan api, kemudian jatuh telungkup di kebun tetangga,” tambah Imran saat menjelaskan kronologi kejadian.

Baca :  Bukan Sekadar Gerbang Batas, Satono Targetkan PLBN Temajuk Jadi Pusat Layanan Publik dan Ekonomi

Di tengah suasana duka, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban.

Rencananya, jenazah akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga sesuai dengan ketentuan agama. Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga lainnya untuk tetap waspada terhadap bahaya asap saat terjadi kebakaran lahan.


Ringkasan Berita

Seorang petani bernama H. Sehid (70) ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun di Desa Parit Banjar, Mempawah, pada Kamis (26/3/2026).

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari sayur sekitar pukul 12.10 WIB.

Korban diduga meninggal akibat sesak napas karena menghirup asap tebal saat berusaha memadamkan api yang merembet di kebunnya.

Hasil identifikasi awal dari Tim Inafis Polres Mempawah tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni akibat kecelakaan saat bekerja.