Helikopter Jatuh Sekadau: Tim Gabungan Temukan Serpihan Ekor Helikopter Airbus H130 di Perbukitan

Tim SAR gabungan menemukan serpihan diduga ekor helikopter Airbus H130 PK-CFX di perbukitan terjal Desa Tapang Tingang, Sekadau. (Foto: Hms/Mus)

KalbarOke.Com — Operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT MEFW Air Nusantara membuahkan titik terang. Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan yang diduga kuat merupakan bagian ekor pesawat di kawasan perbukitan terjal Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kamis (16/4/2026).

Penemuan tersebut terdeteksi melalui pantauan udara oleh Helikopter Super Puma TNI AU yang bertolak dari Lanud Supadio. Berdasarkan hasil orientasi pada pukul 15.25 WIB, serpihan ekor pesawat terlihat berada di koordinat yang berjarak sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilangnya kontak.

Mayjend TNI (Mar) Edy Prakoso menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya helikopter berada di medan yang sangat sulit, berupa hutan rimbun dengan topografi perbukitan yang curam.

Baca :  Persiapan Kafilah Kalbar Menuju MTQ Nasional XXXI: Dari Latihan Mandiri Hingga TC di Semarang

“Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat helikopter Airbus H130 PK-CFX. Informasi ini langsung diteruskan ke unsur darat untuk memudahkan tim menuju titik lokasi,” ujar Mayjend TNI (Mar) Edy Prakoso dalam keterangan resminya.

Menindaklanjuti temuan udara tersebut, tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat langsung bergerak menembus hutan melalui jalur darat. Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa tim sudah mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat pada pukul 19.00 WIB.

Baca :  Setubuhi Remaja 16 Tahun Berulang Kali, Pria Asal Sintang Diringkus Satreskrim Polres Sekadau

Namun, kondisi medan yang ekstrem dan hari yang sudah gelap menjadi kendala besar dalam proses evakuasi delapan orang manifes yang berada di dalam pesawat.

Hingga berita ini diturunkan, fokus utama tim adalah menjaga kondisi di titik temuan serpihan ekor tersebut agar proses evakuasi dapat langsung dilaksanakan pada Jumat pagi secara optimal.