KalbarOke.com – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi sebagai bagian dari kontribusi global menghadapi krisis iklim.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum internasional bertajuk Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa, 14 April 2026. Forum ini dihadiri perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi internasional, hingga lembaga sertifikasi karbon.
Sari menyebut Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di dunia. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadikan Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
“Hutan kita bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga berkontribusi bagi dunia. Ini merupakan aset strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, kekayaan sumber daya alam Indonesia seperti hutan, lahan gambut, dan ekosistem mangrove menjadikan negara ini sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon global. Potensi tersebut dinilai dapat dioptimalkan melalui pengembangan pasar karbon yang kredibel dan transparan.
Menurut Sari, pengelolaan penyerapan karbon yang terukur akan membuka peluang investasi hijau bernilai besar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menambahkan, krisis iklim kini telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah, sehingga membutuhkan langkah konkret dan kolaboratif.
Dalam konteks itu, DPR mendorong penguatan pendekatan berbasis alam atau nature-based solutions sebagai strategi menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi.
“Pengembangan pasar karbon harus memastikan transparansi, kredibilitas, dan manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun bagi keberlanjutan lingkungan global,” kata politikus Partai Golkar tersebut.
Di akhir pernyataannya, Sari mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pasar karbon yang berintegritas.
Ia menegaskan DPR RI akan terus mendukung kebijakan yang mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam agenda global penanganan perubahan iklim. (*/)







