Krisantus Minta CU Tetap Optimistis Hadapi Skema Koperasi Pemerintah, Sebut Ikatan Anggota Jadi Kekuatan Utama

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan meminta gerakan Credit Union tetap optimistis menghadapi persaingan dengan menonjolkan kekuatan ikatan emosional anggota. (FOTO: Adp.)

KalbarOke.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Credit Union (Puskop CU) Borneo Tahun Buku 2025 di Aula Fransiskus Asisi Tirta Ria, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (23/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menanggapi hadirnya berbagai skema koperasi simpan pinjam milik pemerintah yang mulai bermunculan. Ia meminta seluruh jajaran pengelola dan anggota CU untuk tetap optimistis dalam menghadapi persaingan tersebut.

Krisantus menilai bahwa kekuatan utama dari gerakan Credit Union terletak pada rasa memiliki dan ikatan emosional yang kuat dari para anggotanya, sebuah nilai yang tidak dimiliki oleh lembaga keuangan lainnya.

“CU adalah koperasi milik anggota, di mana setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bersama. Ini yang menjadi kekuatan utama,” ujar Krisantus Kurniawan, Kamis (23/4/2026).

Wagub juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi CU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan salah satu basis gerakan CU terbesar di Indonesia dengan jangkauan layanan yang sangat luas.

Baca :  Kemendag Gelar Coaching Clinic Campuspreneur, Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

“Kalbar ini mungkin gerakan CU terbesar di Indonesia, dan mulainya juga dari sini. Saya tahu persis CU mampu memberikan pelayanan hingga ke dusun-dusun pedalaman,” tambahnya.

Meski memiliki basis anggota yang kuat, Krisantus tetap menekankan pentingnya transformasi digital. Ia mendorong CU untuk berani berinovasi dalam menghadirkan pelayanan prima berbasis teknologi agar tetap relevan di era global saat ini.

“Koperasi harus berani berinovasi, termasuk menghadirkan aplikasi layanan digital dan kartu anggota dengan jangkauan internasional. Ini penting agar CU tetap kompetitif,” tegas Wagub.

Ketua Pengurus Puskop CU Borneo, Martono, melaporkan bahwa hingga akhir Desember 2025, total aset gabungan dari lima CU primer di bawah naungannya telah mencapai angka Rp9 triliun. Jumlah anggota yang tercatat telah mencapai hampir 600 ribu orang di seluruh Kalimantan Barat.

Martono menegaskan bahwa misi utama CU adalah pemberdayaan ekonomi dan sosial. Pihaknya senantiasa melakukan evaluasi jika ada anggota yang sudah bergabung bertahun-tahun namun belum mengalami peningkatan taraf hidup.

“Jika ada anggota yang sudah ber-CU lebih dari tiga tahun namun belum mengalami peningkatan kesejahteraan, maka itu menjadi bahan evaluasi. Kami ingin memastikan ekonomi anggota benar-benar meningkat,” pungkas Martono.

Baca :  Charles Honoris Tagih Suntikan Rp20 Triliun Ketahanan Dana BPJS Kesehatan di Tengah Isu Kebangkrutan

Kegiatan RAT ini diharapkan menjadi titik tolak bagi gerakan CU di Kalimantan Barat untuk semakin profesional dan adaptif, sehingga tetap menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan di Bumi Khatulistiwa.


Ringkasan Berita:

  • Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka RAT Puskop CU Borneo di Kubu Raya, Kamis (23/4/2026).
  • Wagub meminta CU tetap optimistis menghadapi skema koperasi simpan pinjam milik pemerintah dengan mengandalkan rasa memiliki dari para anggota.
  • Krisantus menyebut kekuatan utama CU adalah tanggung jawab bersama anggota terhadap kemajuan koperasi, bukan sekadar pengelolaan aset.
  • Hingga akhir 2025, Puskop CU Borneo mencatatkan aset sebesar Rp9 triliun dengan jangkauan hampir 600 ribu anggota dan menyerap 1.800 tenaga kerja.
  • Gerakan CU didorong untuk segera bertransformasi ke arah layanan digital dan kartu anggota internasional agar tetap kompetitif di era global.