Lima Hotspot Muncul di Kendawangan, Polisi Temukan Satu Hektare Lahan Terbakar

Lima hotspot terdeteksi di Kendawangan, Ketapang. Tim gabungan menemukan sekitar satu hektare kawasan CA Muara Kendawangan terbakar dan langsung melakukan pendinginan. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Lima titik panas yang terdeteksi satelit membawa polisi dan tim gabungan ke kawasan Cagar Alam (CA) Muara Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di lokasi, petugas menemukan sekitar satu hektare lahan telah terbakar.

Groundcheck dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan Polres Ketapang bersama jajaran dan sejumlah pihak pada Kamis, 13 Agustus 2026. Lima hotspot tersebut terdeteksi dengan tingkat kepercayaan medium melalui aplikasi Lancang Kuning berbasis data satelit SNPP dan NOAA-20.

Informasi itu segera ditindaklanjuti. Personel Polsek Kendawangan bersama tim pemadam kebakaran PT SKS berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebelum bergerak menuju titik panas yang berada di kawasan CA Muara Kendawangan, Desa Pembedilan.

Setibanya di lokasi, tim menemukan areal yang telah dilalap api seluas kurang lebih satu hektare. Petugas langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, penyisiran dan pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersembunyi dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Baca :  Polres Bengkayang Musnahkan 27,45 Gram Sabu, Barang Bukti Diuji Sebelum Dihancurkan

Hasil pemeriksaan menunjukkan api telah padam. Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar dan albasia. Kebakaran dikategorikan sebagai kebakaran permukaan dengan kondisi tanah mineral.

Cuaca saat proses penanganan berlangsung cerah. Namun upaya pemadaman menghadapi satu persoalan: tidak terdapat sumber air di sekitar lokasi. Tim akhirnya menggunakan sarana yang tersedia, termasuk pompa punggung, untuk menangani sisa bara dan mendinginkan area terdampak.

Dari hasil pengecekan awal, petugas menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas perburuan liar. Meski demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan sementara berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan. Polisi bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kawasan tersebut untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan setiap informasi mengenai hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Kecepatan respons, menurut dia, menjadi penting karena titik panas dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. “Setiap informasi hotspot akan segera kami tindak lanjuti bersama seluruh pihak terkait,” kata Muhammad Harris.

Baca :  57 WPR di Ketapang Mandek Tanpa IPR, Achmad Sholeh Minta Usulan Lokasi Tambang Rakyat Ditata Ulang

Pemantauan berbasis satelit menjadi salah satu instrumen penting dalam mendeteksi potensi karhutla di wilayah Ketapang. Dalam kasus di Kendawangan, lima titik panas dengan tingkat kepercayaan medium menjadi alarm awal sebelum tim bergerak menuju lokasi.

Setelah dilakukan groundcheck, sebagian wilayah diketahui telah terbakar. Tim kemudian memastikan api tidak lagi menyala dan melakukan pendinginan.

Muhammad Harris menegaskan penanganan tidak bisa dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Koordinasi dengan perusahaan, BKSDA dan unsur lainnya diperlukan, terutama ketika lokasi kebakaran berada di kawasan konservasi. “Penanganan secara cepat dan sinergis sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga kawasan hutan dan lahan,” ujarnya.

Kejadian di CA Muara Kendawangan menjadi pengingat bahwa lima titik di layar pemantauan satelit dapat berarti satu hektare kawasan hutan yang sudah terbakar di lapangan. Karena itu, polisi memastikan pemantauan hotspot dan respons terhadap laporan karhutla akan terus diperkuat. (*/)