KalbarOke.com – Polda Metro Jaya mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban dalam kecelakaan yang melibatkan taksi online, KRL Commuter Line, dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.
Hingga Rabu, 29 April 2026 pukul 11.00 WIB, total korban tercatat mencapai 106 orang. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa mayoritas korban mengalami luka-luka. “Sebanyak 90 orang mengalami luka, dengan 44 orang sudah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan,” ujar Budi.
Ia menambahkan, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami peningkatan setelah satu korban tambahan dilaporkan meninggal dari RSUD Kota Bekasi. “Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” katanya.
Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut. Pendalaman dilakukan secara menyeluruh terhadap rangkaian peristiwa di lokasi kejadian.
Budi juga menyampaikan duka cita atas insiden yang menelan korban jiwa tersebut. Ia memastikan bahwa proses penyidikan akan dilakukan secara komprehensif. “Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara menyeluruh,” ujarnya.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden transportasi paling serius dalam beberapa waktu terakhir, dan menjadi perhatian publik terkait aspek keselamatan perkeretaapian di Indonesia. (*/)







