KalbarOke.Com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai membedah kualitas para calon nakhoda partai di tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) atau Fit and Proper Test bagi para calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) digelar di Hotel Aston Pontianak pada Senin (4/5/2026).
Sebanyak 79 peserta dari 14 kabupaten/kota hadir mengikuti uji kompetensi ini. Menariknya, deretan nama beken di kancah politik Kalbar turut tampak dalam barisan peserta, mulai dari Wakil Wali Kota Pontianak saat ini, Bahasan, mantan Bupati Sambas, Juliarti, mantan Sekda sekaligus Wakil Bupati Ketapang, Farhan, hingga mantan Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Mutholib.
Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik, menjelaskan bahwa UKK ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) yang telah digelar sebelumnya. Nama-nama yang diuji hari ini adalah hasil musyawarah mufakat yang diusulkan oleh masing-masing daerah.
“Kita butuh ketua DPC yang betul-betul mengerti kemampuan dan teritorial wilayah kerja. Mereka harus mampu menyampaikan manajemen kepartaian yang meyakinkan agar PKB bisa besar sesuai di mana mereka dipercaya menjadi ketua,” ujar Mulyadi Tawik pada Senin (4/5/2026).
Mulyadi merinci, materi ujian tidak hanya seputar ideologi ke-PKB-an, tetapi juga strategi tempur di lapangan. Para calon dituntut mampu membaca kekuatan kompetitor partai lain serta memiliki target kemenangan yang realistis di wilayah masing-masing.
Proses seleksi ini dipimpin langsung oleh lima orang tim penguji dari DPP PKB, di antaranya, Marwan Dasopang, Yanuar Prihatin, Dita Indah Sari, Rivqy Abdul Halim, dan Muh. Arif Ruba’i.
Salah seorang penguji, Rivqy Abdul Halim, menegaskan bahwa hasil ujian ini bersifat rahasia dan objektif. Bahkan, pengurus DPW PKB Kalbar tidak mengetahui skor akhir para peserta karena seluruh data akan langsung dibawa ke Jakarta untuk diputuskan oleh DPP.
“Kita mempertanyakan komitmen, kinerja, hingga kesiapan program ke depan. DPP memiliki target agar ketua DPC ini memiliki energi yang baik dan target yang terukur. Kami juga tidak membatasi usia, banyak calon muda yang kompeten,” jelas Rivqy.
Menariknya, PKB juga membuka pintu bagi calon dari kalangan eksternal atau non-kader yang memiliki semangat juang dan prinsip yang selaras dengan partai. Melalui sistem seleksi yang ketat ini, PKB optimistis dapat menjaring pemimpin daerah yang mampu membawa kemajuan bagi partai di seluruh pelosok Kalimantan Barat.







