Dana Transfer Berkurang Rp233 Miliar, Edi Rusdi Kamtono Ajak ASN Pontianak Maksimalkan Digitalisasi

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi menyusul berkurangnya dana transfer daerah sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. (Foto: Komf)

KalbarOke.Com — Pemerintah Kota Pontianak menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Senin (4/5/2026).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa tema Hari Otda tahun ini, “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita”, mengandung pesan kuat mengenai pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal demi mendukung cita-cita pembangunan nasional.

Menurut Edi, peringatan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi yang nyata.

“Berbagai tugas dan program kita telah berjalan. Tinggal kita evaluasi kembali apa yang sudah dilakukan agar hasilnya semakin maksimal bagi masyarakat,” ujarnya usai upacara.

Dalam arahannya, Edi memaparkan delapan kluster prioritas nasional yang kini menjadi fokus utama, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, hingga hilirisasi industri dan penurunan kemiskinan. Ia juga mendorong penguatan reformasi birokrasi berbasis hasil melalui pemanfaatan digitalisasi.

Baca :  Pemblokiran NIK bagi Orang Tua Tak Nafkahi Anak Masih Sebatas Wacana, Amirullah: Belum Jadi Kebijakan Resmi

Namun, Edi mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Kota Pontianak pada tahun 2026. Dana transfer dari pusat ke Kota Pontianak tercatat berkurang signifikan sebesar Rp233 miliar. Hal ini memaksa pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi ketat dan penyesuaian prioritas program agar tetap selaras dengan RPJMD.

“Meskipun ada keterbatasan anggaran, program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Edi.

Selain kendala finansial, Kota Pontianak juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Rasio ASN di Pontianak saat ini baru mencapai 0,94 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 2,4 persen. Edi menyebut, Pemkot masih kekurangan sekitar 2.068 ASN untuk mencapai kondisi ideal.

“Dengan keterbatasan SDM dan anggaran ini, tidak ada pilihan lain selain terus berinovasi dan memanfaatkan digitalisasi secara maksimal dalam setiap lini pelayanan,” ungkapnya.

Di sela upacara, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas para ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Edi juga memberikan doa khusus bagi para jemaah haji asal Pontianak yang mulai berangkat hari ini, termasuk 73 ASN di lingkungan Pemkot Pontianak yang menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Baca :  Kumpul di Pendopo, Norsan Kenang Masa Sekolah di STM 2 dan Kuatnya Persaudaraan Alumni

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk tetap semangat membangun kota dengan inovasi dan kepedulian tinggi terhadap persoalan sehari-hari warga, mulai dari infrastruktur hingga masalah lingkungan,” pungkasnya.


Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Pontianak memimpin upacara gabungan Hari Otda ke-30 dan Hardiknas pada Senin (4/5/2026).
  • Dana transfer ke Kota Pontianak tahun 2026 berkurang Rp233 miliar, menuntut penyesuaian skala prioritas pembangunan.
  • Pemkot Pontianak masih kekurangan 2.068 ASN, sehingga digitalisasi layanan publik menjadi solusi utama.
  • Program tetap difokuskan pada kedaulatan pangan, kesehatan, dan penurunan kemiskinan sesuai Asta Cita.
  • Wali Kota melepas ASN purna tugas dan mendoakan 73 ASN Pemkot yang berangkat haji tahun ini.