KalbarOke.Com — Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar perhelatan Pekan Raya Pontianak (PRP) di masa mendatang dapat dikemas lebih besar dengan menyandingkannya bersama momentum Hari Jadi Kota Pontianak. Langkah ini dinilai strategis untuk mengembalikan kejayaan PRP seperti era 90-an sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Satarudin mengenang, pada masa lalu PRP merupakan agenda tahunan yang sangat dinantikan masyarakat dengan lokasi utama di Gedung Arena Remaja (sekarang Pontianak Convention Center/PCC). Tahun ini, PRP memasuki tahun kedua penyelenggaraannya setelah sempat vakum lama, dan dipusatkan di halaman Rumah Radakng selama 14 hari.
“Saya ingat dulu PRP ini diadakan setiap tahun di era 90-an. Tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan kembali. Jika tahun lalu di PCC, sekarang di Rumah Radakng. Harapannya, selama 14 hari ke depan masyarakat ramai berkunjung sehingga pelaku UMKM mendapatkan rezeki dari perputaran ekonomi di sini,” ujar Satarudin, Jumat (1/5/2026).
Satarudin memberikan catatan penting agar PRP tahun depan menjadi magnet yang lebih kuat bagi wisatawan. Ia menekankan perlunya keterlibatan aktif dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD untuk mengisi stan-stan pameran.
Menurutnya, jika pihak swasta seperti pelaku usaha thrifting, pakaian, hingga marketing perumahan antusias terlibat, maka instansi pemerintah pun harus hadir memberikan pelayanan publik di lokasi acara.
“Seharusnya pemerintah, BUMN, dan BUMD bisa terlibat juga. Dengan adanya stan pelayanan seperti pembuatan KTP atau pengurusan perizinan usaha, masyarakat akan merasa semakin dekat dengan pemerintah,” katanya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa PRP sejauh ini masih berjalan secara mandiri tanpa bantuan anggaran dari APBD Pemkot Pontianak. Satarudin berharap tahun depan pemerintah bisa berkontribusi melalui skema kolaborasi dengan pihak ketiga agar kemasan acara lebih maksimal, kreatif, dan sejajar dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menyambut baik dorongan tersebut. Ia menyarankan agar promosi PRP di tahun depan diperkuat secara masif, mulai dari titik kedatangan di bandara hingga papan iklan di berbagai sudut kota.
“Promosi harus kuat. Begitu masyarakat menginjakkan kaki di bandara, informasi event ini sudah harus terlihat. Jika publik di dalam dan luar Pontianak tahu, maka kunjungan akan membludak dan pertumbuhan ekonomi pasti meningkat,” tutur Rizal.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP, Solihin, mengungkapkan bahwa misi utama pihaknya adalah merangkul UMKM dan menghidupkan kembali memori kejayaan PRP bagi warga Pontianak. Ia berharap sinergi dengan pemerintah kota benar-benar terwujud di tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tahun depan Pemkot Pontianak bisa turut bersumbangsih. Dengan begitu, event ini bisa kita garap lebih maksimal dan semakin meriah sebagai ajang hiburan dan ekonomi rakyat,” pungkas Solihin.
Ringkasan Berita:
- Ketua DPRD Pontianak Satarudin mengusulkan Pekan Raya Pontianak (PRP) tahun depan digelar serangkai dengan Hari Jadi Kota Pontianak.
- PRP tahun 2026 ini berlangsung selama 14 hari di Rumah Radakng dengan fokus pada pemberdayaan UMKM kuliner, fesyen, dan otomotif.
- Satarudin mendorong keterlibatan OPD, BUMN, dan BUMD untuk menghadirkan layanan publik seperti pengurusan KTP dan izin usaha di lokasi event.
- Pemkot Pontianak diharapkan mulai mengalokasikan dukungan anggaran atau fasilitas pada tahun depan agar PRP bisa sekelas Pekan Raya Jakarta.
- Penyelenggara ingin mengembalikan atmosfer kejayaan PRP tahun 90-an sebagai destinasi belanja dan hiburan keluarga terbesar di Kalimantan Barat.







