Landak  

Bahayakan Pengendara, Perbaikan Jalan Amblas di Depan Kantor Bupati Landak Mulai Dikebut Tahun Ini

Dinas PUPR-Perkim Landak memastikan proyek perbaikan jalan amblas dan pemasangan box culvert di depan Kantor Bupati Landak serta Citra Swalayan sedang berjalan. (Foto: Hendri M)

KalbarOke.Com — Kerusakan jalan nasional di depan Kantor Bupati Landak, tepatnya di Kilometer 4 Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, semakin memprihatinkan. Kondisi badan jalan yang amblas kini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mendesak untuk segera ditangani secara menyeluruh.

Dari pantauan di lapangan, lubang besar yang menganga di ruas jalan strategis tersebut terus melebar. Kondisi ini bahkan telah memakan korban luka di mana pada Minggu lalu, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh setelah terperosok ke dalam lubang saat melintas di lokasi tersebut pada malam hari.

Tidak hanya mengancam keselamatan para pengendara, kerusakan jalan ini juga berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Saat hujan deras turun, sejumlah permukiman warga di sekitar lokasi dilaporkan mengalami genangan banjir akibat saluran drainase yang tertimbun material tanah serta tidak berfungsi secara optimal.

Selain titik kerusakan di depan Kantor Bupati Landak, warga juga menyoroti kondisi jembatan atau box culvert di depan Citra Swalayan, Jalan Raya Ngabang, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang. Struktur penghubung tersebut disebut-sebut mengalami penurunan struktural dan dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih besar apabila tidak segera diperbaiki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Perkim) Kabupaten Landak, Jamelius, mengatakan pihaknya telah lama membangun koordinasi intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait urgensi penanganan kerusakan tersebut.

Baca :  Sikapi Isu Pemerasan oleh Oknum Premanisme, Polsek Meranti Landak Minta Warga Saring Informasi

“Untuk box culvert yang berada di depan Kantor Bupati Landak di Km 4 Desa Amboyo Inti, kami sudah lama berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Penanganannya sudah ditindaklanjuti pada tahun 2026 ini. Kontrak pekerjaan sudah berjalan sejak Februari hingga Desember mendatang,” ujar Jamelius.

Ia menjelaskan, material box culvert beton saat ini telah dicetak di wilayah Jelimpo dan tinggal menunggu umur beton memenuhi standar kekuatan fungsional sebelum dimobilisasi dan dipasang di lokasi utama kerusakan.

“Sekarang box culvert-nya sudah dicetak di Jelimpo. Tinggal menunggu umur beton yang cukup. Setelah itu pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan akan segera dilakukan,” katanya.

Menurut Jamelius, terdapat dua titik krusial yang akan mendapatkan penanganan rehabilitasi dari pemerintah pusat, yakni di depan Kantor Bupati Landak dan di depan Citra Swalayan di kawasan Pasar Ngabang.

Menanggapi adanya pengendara yang menjadi korban akibat kerusakan jalan tersebut, Jamelius mengimbau masyarakat luas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintas.

“Kami mengimbau warga Kota Ngabang khususnya agar berhati-hati. Di depan kantor bupati memang ada box culvert yang akan segera diperbaiki dan sudah dipasang tanda peringatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan,” ujarnya.

Terkait pertanyaan publik mengenai keterlibatan pemerintah daerah dalam perbaikan jalan nasional, Jamelius menjelaskan bahwa terdapat regulasi pembagian kewenangan ketat yang mengatur penanganan infrastruktur jalan di Indonesia.

Baca :  Sukseskan Gerakan Indonesia ASRI, Pemkab Landak Gelar Kerja Bakti Massal di Pusat Kota Ngabang

“Untuk jalan memang sudah ada pembagian kewenangan. Sebenarnya bisa saja dilakukan kolaborasi, tetapi karena menyangkut masalah aset negara, prosesnya tidak sederhana. Sesuai kewenangan hukum, jalan nasional merupakan tanggung jawab penuh dari pemerintah pusat,” jelas Jamelius.

Warga setempat sangat berharap perbaikan fisik di lapangan dapat segera direalisasikan secepatnya, mengingat kondisi lubang jalan yang semakin hari semakin rusak dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas fatal maupun dampak luapan banjir lingkungan yang lebih luas apabila terus dibiarkan tanpa tindakan.


Ringkasan Berita:

  • Kerusakan jalan nasional yang amblas di Km 4 Desa Amboyo Inti, Ngabang, kian meluas hingga memicu kecelakaan pengendara motor dan sumbatan banjir warga.
  • Selain di depan Kantor Bupati Landak, penurunan struktur jembatan penyeberangan (box culvert) juga terjadi di depan Citra Swalayan Dusun Tungkul.
  • Kadis PUPR-Perkim Landak Jamelius mengonfirmasi proyek perbaikan oleh BPJN sudah terkontrak dari bulan Februari hingga Desember 2026.
  • Komponen box culvert beton saat ini sudah masuk tahap pencetakan di Jelimpo dan siap dipasang ke lokasi setelah umur beton memenuhi standar.
  • Jamelius menegaskan penanganan jalan tersebut merupakan kewenangan pusat karena berstatus jalan nasional, dan meminta warga berhati-hati saat melintas.