Landak  

Guru SD di Landak Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Perbaiki Saluran Air, Ditemukan Tergeletak di Bawah Pohon Durian

Seorang guru SD di Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersambar petir saat memperbaiki saluran air di tengah cuaca buruk. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana. Foto: Istimewa

KalbarOke.com – Musibah tragis terjadi di Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Seorang guru sekolah dasar berinisial FT (43) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat berada di luar rumah pada Kamis (18/6/2026) sore.

Peristiwa tersebut mengejutkan warga setempat sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian FT diketahui pergi untuk memperbaiki saluran air bersih yang berada tidak jauh dari kediamannya. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan disertai kilatan petir yang cukup intens.

Meski cuaca kurang bersahabat, korban tetap melanjutkan pekerjaannya hingga selesai. Diduga setelah memperbaiki saluran air, FT beristirahat atau berhenti sejenak di sekitar pohon durian yang berada dekat lokasi. Namun hingga menjelang sore, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga membuat keluarga mulai merasa khawatir.

Karena tidak mendapat kabar, keluarga kemudian meminta anak bungsu korban untuk menyusul ke lokasi tempat FT bekerja. Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah pohon durian dan sudah tidak sadarkan diri.

Baca :  58 Jemaat Gereja Stella Maris Pontianak Diduga Keracunan Nasi Kotak, Polisi Selidiki Penyebabnya

Keluarga segera mengevakuasi korban ke rumah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan setempat, FT dinyatakan telah meninggal dunia.

Ditemukan Luka yang Diduga Akibat Sambaran Petir

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah tanda pada tubuh korban yang diduga berkaitan dengan sambaran petir. Beberapa di antaranya berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh di area belakang pinggang. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tersambar petir saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut.

Kapolsek Mempawah Hulu, Iptu Freddy Surya Purnama, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian. Menurutnya, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi,” ujarnya.

Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan dimakamkan pada Jumat (19/6/2026). Kepergian FT tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan masyarakat sekitar yang mengenalnya sebagai tenaga pendidik.

Baca :  Sikapi Isu Pemerasan oleh Oknum Premanisme, Polsek Meranti Landak Minta Warga Saring Informasi

Menyusul kejadian tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem, terutama ketika hujan deras disertai petir.

Warga diminta menghindari aktivitas di area terbuka, lahan perkebunan, perbukitan, maupun lokasi yang terdapat pohon-pohon tinggi. Berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan petir juga sangat tidak dianjurkan karena berisiko menjadi sasaran sambaran petir.

Petugas mengimbau masyarakat segera mencari tempat yang lebih aman ketika mendengar suara petir atau melihat kilatan cahaya di langit guna mengurangi risiko kecelakaan serupa.

Peristiwa yang menimpa FT menjadi pengingat bahwa sambaran petir merupakan salah satu ancaman serius saat cuaca buruk dan dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama bagi warga yang masih beraktivitas di luar ruangan saat hujan berlangsung. (dRi)