Dorong Ekosistem Halal Kalbar, Prodi MBS UM Pontianak Gelar Stadium General Lintas Sektor

Hadirkan Praktisi Industri Halal, Prodi Manajemen Bisnis Syariah Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Ekonomi Halal. (Foto : IST)

KalbarOke.com – Potensi Kalimantan Barat dalam mengembangkan industri halal terus mendapat perhatian berbagai pihak. Untuk membekali mahasiswa dengan wawasan sekaligus pengalaman praktis, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar Stadium General Industri Halal dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah, lembaga halal, dunia industri, hingga sektor layanan publik.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Pontianak tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Pontianak, Samsuddin, S.E., M.M. Menurutnya, perkembangan industri halal membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, kosmetik, jasa, hingga usaha mikro dan kecil. Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Aiyub Anshori S.HI., M.H, mengatakan bahwa stadium general ini diselenggarakan sebagai upaya mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi yang selama ini terlibat langsung dalam pengembangan ekosistem halal.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa industri halal tidak hanya berbicara tentang label halal pada sebuah produk, tetapi mencakup proses bisnis, regulasi, inovasi, hingga kolaborasi antar-lembaga. Karena itu, kami menghadirkan narasumber dari berbagai bidang agar peserta memperoleh gambaran yang utuh,” ujarnya.

Narasumber pertama, Suherman, S.E., dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat, menjelaskan pentingnya pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Ia memaparkan berbagai kebijakan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sekaligus mendorong pelaku usaha agar memanfaatkan program pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

Baca :  Bursa Ketua Demokrat Kalbar: Panitia SC Tegaskan Partai Terbuka bagi Tokoh Eksternal

Sementara itu, Dr. M. Agus Wibowo dari LPPOM MUI Kalimantan Barat mengajak peserta melihat industri halal dari perspektif yang lebih luas. Melalui materi bertajuk “Sinergi Industri, Regulasi, dan Syari’ah dalam Perkembangan Ekosistem Halal Indonesia”, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat halal dunia apabila pelaku usaha, regulator, dan otoritas syariah mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Ekosistem halal tidak akan tumbuh apabila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci agar produk halal Indonesia semakin dipercaya dan mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.

Perspektif dunia usaha disampaikan oleh Yunita, Demand Leader PT Paragon Technology and Innovation area pontianak. Sebagai perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri kosmetik halal nasional melalui berbagai merek seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Labore, Paragon membagikan pengalaman mengenai strategi bisnis dan pengembangan pasar melalui materi “Welcome to Commercial.”

Dalam paparannya, Yunita menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen, membangun inovasi secara berkelanjutan, serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan industri. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, mulai dari komunikasi, analisis pasar, hingga kemampuan berkolaborasi.

Prodi Manajemen Bisnis Syariah UM Pontianak menggelar Stadium General Industri Halal dengan menghadirkan praktisi dari pemerintah, LPPOM MUI, hingga industri. (Foto : IST)

Melengkapi pembahasan dari sisi implementasi, Iskandar, S.E., dari Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi Kota Pontianak, memaparkan layanan pemotongan hewan sesuai standar halal dan kesehatan masyarakat veteriner. Ia menjelaskan bahwa rumah potong hewan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas serta kehalalan produk daging yang dikonsumsi masyarakat, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi.

Baca :  Pikat Wisatawan Lewat Festival Bakcang, Edi Kamtono: Tamu Luar Kota Selalu Rindu Kuliner Pontianak

Melalui kehadiran empat narasumber dengan latar belakang yang berbeda, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengembangan industri halal, mulai dari kebijakan pemerintah, proses sertifikasi, strategi bisnis perusahaan, hingga implementasi standar halal di lapangan.

Bagi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Muhammadiyah Pontianak, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara dunia akademik, pemerintah, dan industri. Diharapkan, lulusan yang dihasilkan mampu menjadi sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam pengembangan industri halal, khususnya di Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga ekonomi halal di Indonesia.

Ringkasan Berita

  • Penyelenggara: Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Muhammadiyah Pontianak.

  • Agenda: Stadium General Industri Halal 2026.

  • Narasumber: Perwakilan PLUT Dinas Koperasi & UKM Kalbar, LPPOM MUI Kalbar, PT Paragon Technology and Innovation, serta RPH Sapi Kota Pontianak.

  • Target Capaian: Membekali mahasiswa dengan pemahaman regulasi BPJPH, strategi komersial korporasi produk halal, serta kesiapan implementasi teknis di lapangan guna mencetak SDM unggul penopang ekonomi syariah regional.