Landak  

Karolin Genjot Infrastruktur Pendidikan Landak, Bangun 39 Ruang Kelas Baru dan Puluhan Laboratorium hingga Rumah Guru

Pemkab Landak mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan dari PAUD hingga SMP. Program mencakup pembangunan 39 ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, rumah dinas guru, hingga fasilitas sanitasi. Foto: Ist

KalbarOke.com – Pemerintah Kabupaten Landak menempatkan pembangunan pendidikan sebagai salah satu investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tak hanya berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, pemerintah juga menyiapkan pembenahan besar-besaran terhadap infrastruktur pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program tersebut mencakup pembangunan puluhan ruang kelas baru, rehabilitasi ratusan fasilitas sekolah, pembangunan laboratorium, perpustakaan, rumah dinas guru, hingga penyediaan sarana sanitasi dan teknologi pembelajaran.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan kualitas pendidikan tidak akan terlepas dari kondisi sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki lingkungan belajar agar lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

“Pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari fondasinya. Oleh karena itu, pada catatan sarpras tahun 2025 lalu, kami memfokuskan anggaran untuk membenahi fasilitas pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Kita ingin anak-anak Landak belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan fasilitas yang memadai,” ujar Karolin saat audiensi di Kantor Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (14/7/2026).

Dari seluruh jenjang pendidikan, Sekolah Dasar menjadi prioritas utama dalam program pembangunan tersebut. Pemerintah Kabupaten Landak merencanakan pembangunan 28 ruang kelas baru dan rehabilitasi 76 ruang kelas untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Baca :  Pemkab Kubu Raya Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan pada APBD 2027, Perbaikan Sekolah Rusak Jadi Fokus

Selain itu, pemerintah juga akan membangun 12 ruang perpustakaan, merehabilitasi 44 perpustakaan, menyediakan 1.074 set meubelair, 9 paket buku, serta 4 paket Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjang pembelajaran berbasis teknologi.

Tak hanya berfokus pada siswa, pemerintah juga memberikan perhatian kepada kesejahteraan tenaga pendidik melalui pembangunan 24 rumah dinas guru serta rehabilitasi 13 rumah dinas yang sudah ada.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan kita. Kita tidak hanya memikirkan ruang kelas untuk siswa, tetapi juga tempat tinggal dan ruang kerja bagi para guru. Dengan rumah dinas dan ruang guru yang layak, kami berharap bapak dan ibu guru bisa mengabdi dengan lebih fokus dan optimal,” kata Karolin.

Pada jenjang SMP, Pemkab Landak menargetkan pembangunan 11 ruang kelas baru dan rehabilitasi 51 ruang kelas. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains, pemerintah juga akan membangun 6 Laboratorium IPA serta merehabilitasi 2 laboratorium yang telah ada.

Fasilitas lainnya meliputi pembangunan 10 unit jamban, rehabilitasi 6 jamban, pembangunan 2 ruang perpustakaan, rehabilitasi 4 perpustakaan, pembangunan 8 ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pengadaan 2 paket TIK dengan total 30 unit komputer, serta 111 set meubelair.

Perhatian terhadap pendidikan usia dini juga menjadi bagian dari program tersebut. Pemerintah merencanakan pembangunan 3 ruang kelas baru PAUD, rehabilitasi 2 ruang kelas, penyediaan 4 paket area bermain dan Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang, 7 paket APE dalam ruang, serta revitalisasi 2 unit PAUD.

Baca :  Guru SD di Landak Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Perbaiki Saluran Air, Ditemukan Tergeletak di Bawah Pohon Durian

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Karolin mengakui kondisi geografis Kabupaten Landak yang luas masih menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan pendidikan. Namun, ia memastikan program tersebut dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, termasuk di daerah terpencil.

“Pembangunan ini bukan sekadar mengejar target jumlah bangunan, tetapi tentang menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Kabupaten Landak. Tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak layak pakai. Pendidikan yang berkualitas adalah hak setiap anak Landak, di mana pun desa mereka berada,” ujarnya.

Selain ruang belajar, pemerintah juga mengalokasikan pembangunan 12 jamban baru di SD, 10 jamban di SMP, dan 2 jamban di PAUD, pembangunan pagar sekolah di seluruh jenjang pendidikan, serta 3 paket rabat beton di lingkungan SMP untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan kawasan sekolah.

Melalui program pembangunan infrastruktur pendidikan ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap kualitas layanan pendidikan semakin merata di seluruh wilayah. Pembenahan sarana pendidikan tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi muda Landak yang lebih cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (dRi)