Landak  

Kemarau Mengintai, Forkopincam Mempawah Hulu Siapkan Strategi Cegah Karhutla

Menghadapi risiko Karhutla saat kemarau, Forkopincam Mempawah Hulu memperkuat koordinasi, pemantauan wilayah dan respons cepat terhadap titik api. Foto: Ist

KalbarOke.com — Musim kemarau mulai diantisipasi serius di Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) memilih memperkuat koordinasi sebelum titik api berubah menjadi bencana.

Koordinasi digelar di Ruang Kerja Kecamatan Mempawah Hulu, Sabtu, 22 Agustus 2026. Camat Mempawah Hulu Buyung, Kapolsek Mempawah Hulu IPTU Freddy, Danramil 1210-02/Mempawah Hulu Peltu Erwin, serta personel TNI dan Polri terlibat dalam pertemuan tersebut.

Bagi Forkopincam, pencegahan menjadi langkah pertama. Pemantauan kawasan rawan, komunikasi antaraparat, hingga edukasi warga dibahas untuk memastikan setiap indikasi kebakaran bisa ditangani sedini mungkin.

Pertemuan itu menempatkan deteksi dini sebagai salah satu prioritas. Laporan mengenai titik api maupun kepulan asap diharapkan tidak berhenti sebagai informasi, melainkan segera diteruskan kepada unsur terkait untuk ditindaklanjuti.

Baca :  Pilkades PAW Sebadu: Pinus Menang Telak, Partisipasi Warga 97 Persen

Pemantauan kawasan yang dianggap rawan Karhutla akan ditingkatkan. Masyarakat juga akan terus diingatkan mengenai risiko membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut penting karena kebakaran yang terlambat diketahui dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi lahan kering dan curah hujan rendah.

Danramil 1210-02/Mempawah Hulu Peltu Erwin mengatakan jajaran TNI siap memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan dan kepolisian. “Kami siap bersinergi dalam melakukan monitoring wilayah, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melakukan penanganan awal sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” ujar Erwin.

Menurut dia, pencegahan Karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Aparat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.

Baca :  BKPSDM Landak Kejar Target 100 Persen Arsip Digital ASN, Skor DMS Baru 63,5 Persen

Forkopincam Mempawah Hulu mengajak warga menjadi bagian dari sistem pencegahan. Jika menemukan titik api, asap, atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat.

Pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan membangun pola komunikasi yang cepat. Dengan begitu, informasi dari lapangan dapat segera berubah menjadi tindakan. Kewaspadaan ini sekaligus menjadi upaya mencegah dampak lanjutan berupa kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Musim kemarau belum tentu berakhir dengan kebakaran. Namun tanpa kewaspadaan, satu titik api dapat menjadi awal persoalan yang jauh lebih besar. Karena itu, Forkopincam Mempawah Hulu memilih memperkuat koordinasi sejak sekarang: mendeteksi lebih cepat, bergerak lebih cepat, dan mencegah api sebelum terlanjur meluas. (dRi)