Landak  

Asep Sunarsa Jadi Kajari Landak, Bawa Modal Intelijen dan Janji Perkuat Kepercayaan Publik

Asep Sunarsa resmi dilantik sebagai Kajari Landak menggantikan Muhammad Ruslan. Foto: Ist

KalbarOke.com — Tongkat kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak berganti. Asep Sunarsa, kini dipercaya memimpin institusi penegak hukum tersebut, menggantikan Muhammad Ruslan.

Asep sebelumnya bertugas sebagai Koordinator Bidang Intelijen. Ia resmi menduduki jabatan Kajari Landak setelah menjalani prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di Aula Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pelantikan dipimpin Kepala Kejati Kalimantan Barat Emilwan Ridwan dan dihadiri jajaran asisten serta pejabat struktural di lingkungan Kejati Kalbar. Dalam agenda yang sama, Kajati Kalbar juga melantik pejabat Asisten Pemulihan Aset Kejati Kalbar.

Perpindahan Asep ke Landak bukan sekadar rotasi jabatan. Pengalaman di bidang intelijen penegakan hukum menjadi bekal yang akan dibawanya menghadapi dinamika persoalan hukum di daerah. Sebelumnya, Asep tercatat menjalankan tugas sebagai Koordinator Bidang Intelijen Kejati Lampung selama kurang lebih 11 bulan.

Kini, pengalaman tersebut akan diuji di tingkat kejaksaan negeri. Sebagai Kajari, ia tidak hanya dituntut memahami aspek penegakan hukum, tetapi juga memastikan institusi yang dipimpinnya mampu memberikan pelayanan hukum yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca :  BKPSDM Landak Kejar Target 100 Persen Arsip Digital ASN, Skor DMS Baru 63,5 Persen

Asep mengatakan jabatan baru tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas. “Pelantikan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang akan saya emban dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi,” ujar Asep.

Ia berkomitmen melanjutkan pekerjaan yang masih berjalan di Kejari Landak. Pada saat bersamaan, ia ingin mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja jajaran. Menurut Asep, pelayanan hukum harus berorientasi pada kepentingan masyarakat dan menjunjung rasa keadilan.

Asep menyadari pekerjaan sebagai Kajari tidak dapat dilakukan seorang diri. Ia menilai dukungan internal kejaksaan, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penegakan hukum tidak berhenti pada proses penindakan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Asep optimistis Kejari Landak dapat memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pergantian kepemimpinan menjadi kesempatan bagi jajaran Kejari Landak memberikan penghormatan kepada Muhammad Ruslan atas pengabdian selama memimpin institusi Adhyaksa di Kabupaten Landak.

Baca :  Ratusan Warga Datangi Rutan Landak, Minta Penangguhan Penahanan Tokoh Adat Pak Pele dan Pak Bela Ditolak

Keluarga besar Kejari Landak menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan Ruslan selama masa kepemimpinannya.

Pergantian Kajari pada akhirnya bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan. Ada pekerjaan yang harus diteruskan, persoalan hukum yang perlu diselesaikan, dan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap institusi penegak hukum.

Di bawah Asep Sunarsa, Kejari Landak diharapkan mampu mempertahankan pekerjaan yang sudah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan baru. Profesionalisme, integritas, pendekatan humanis, dan keadilan menjadi fondasi yang ingin dibangun dalam kepemimpinan baru tersebut.

Tantangannya jelas: membuat Kejari Landak bukan hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga semakin dekat dan responsif terhadap masyarakat. Pada titik itulah pergantian nakhoda ini akan benar-benar diuji—apakah sekadar rotasi jabatan, atau menjadi awal perubahan yang mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Kejari Landak. (dRi)