Dampak Air Kapuas Asin di Pontianak, Usaha Cuci Mobil Rela Beli Air Gunung demi Kualitas

Usaha cuci mobil di Pontianak menggunakan air gunung sebagai bahan baku. Foto : Gilang

KalbarOke.com – Fenomena intrusi air laut yang melanda kawasan Kalimantan Barat berdampak pada rasa air Sungai Kapuas hingga mengganggu pasokan air bersih PDAM menjadi asin. Kondisi ini mulai memukul sejumlah sektor usaha jasa di Kota Pontianak, salah satunya bisnis pencucian kendaraan.

Guna menjaga kualitas layanan, Blu Carwash yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Pontianak, memilih menghentikan sementara penggunaan air PDAM. Sebagai gantinya, pengelola terpaksa mendatangkan pasokan air gunung langsung dari daerah Anjungan, Kabupaten Mempawah.

Blu Carwash yang berada di Jl. MT Haryono Kota Pontianak. Foto : Gilang

Manager Blu Carwash, Muhammad Rizaldi, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menghindari risiko kerusakan pada bodi maupun mesin kendaraan konsumen akibat bilasan air berunsur garam tinggi.

Baca :  1.700 Peserta Pontianak Carnaval Khatulistiwa Ramaikan 9 Agenda Kreatif di Jalan Diponegoro

“Selama air PDAM asin ini, kami tidak berani menggunakannya karena ingin tetap menjaga kualitas hasil pencucian. Karena itu, kami beralih menggunakan air gunung yang dibeli dari Anjungan,” ujar Muhammad Rizaldi.

Untuk memenuhi operasional harian, Blu Carwash mengandalkan pengiriman dua tangki air gunung setiap minggunya, dengan kapasitas sekitar 10.000 liter per tangki. Pengalihan sumber air baku ini memicu kenaikan biaya operasional yang berdampak pada penyesuaian tarif jasa cuci mobil sebesar Rp10.000 hingga Rp20.000 per unit.

Baca :  Bagas/Indah Cuma Beri Satu Angka, Pasangan Jerman Tumbang di Indonesia Masters Pontianak

Meski terjadi penyesuaian harga, para pelanggan memahami situasi tersebut dan tidak keberatan selama hasil pencucian tetap bersih serta aman bagi kendaraan.

Kendati demikian, Rizaldi berharap kondisi intrusi air laut di Sungai Kapuas dapat segera membaik dan pasokan air bersih kembali normal. Pasalnya, saat ini kuota pembelian air gunung dari Anjungan mulai dibatasi seiring melonjaknya permintaan dari pelaku usaha lain di Kota Pontianak.