Misi Proyek Rp1,7 Triliun Menyulap Limbah Rumah Tangga Pontianak

Proyek SPALD-T senilai Rp1,7 triliun di Pontianak resmi dimulai. Menanam pipa hingga kedalaman 12 meter di tanah gambut lunak jadi tantangan utama. Foto: dok Prokopim Kota Pontianak

KalbarOke.com — Di bawah permukaan tanah gambut lunak Kota Pontianak, sebuah proyek raksasa senilai Rp1,7 triliun tengah bersiap mengubah total wajah sanitasi kota. Pemerintah Kota Pontianak bersama Kementerian Pekerjaan Umum resmi memulai pengerjaan fisik Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T)—sebuah megaproyek terintegrasi yang dirancang untuk mengakhiri era pencemaran limbah rumah tangga langsung ke sungai.

Tak main-main, jaringan pipa utama proyek ini akan ditanam di kedalaman 6 hingga 12 meter di bawah tanah, membentang dari kawasan Nipah Kuning Dalam hingga Martapura. Pipa-pipa raksasa ini kelak bertugas menyedot air limbah dari dapur, kloset, hingga area cuci warga, lalu menyalurkannya secara gravitasi menuju dua lokasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) sebelum dibuang kembali ke sungai dalam kondisi bersih.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa kerumitan teknis proyek ini sangat tinggi akibat kondisi geografis khas Khatulistiwa.

Baca :  Bekali Pelajar SMK Ilmu Jurnalistik, PONTV Cetak Generasi Muda Kalbar Cerdas dan Bebas Hoaks

“Kita akan menanam pipa primer dengan kedalaman 6 sampai 12 meter menggunakan metode galian terbuka maupun jacking. Tantangannya bukan cuma struktur tanah yang lembek dan bergambut, tapi juga muka air tanah serta ruang jalan utama yang amat terbatas,” ujar Edi usai acara Kick-off Pembangunan SPALD-T di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026).

Meski tidak memerlukan pembebasan lahan karena memanfaatkan Badan Jalan (Rumaja), proyek bertahap hingga 2030 ini dipastikan berimbas pada kenyamanan pengguna jalan. Pasalnya, jaringan pipa akan melintasi 22 ruas jalan vital, termasuk jalur arteri pengangkut logistik berat menuju pelabuhan serta pusat pertokoan padat.

Beberapa titik sibuk yang akan tersentuh pengerjaan konstruksi antara lain: Kawasan Logistik dan Utama di Jalan Komyos Sudarso, Jalan Pelabuhan Rakyat, Jalan Tanjungpura, dan Jalan Ir. Juanda. Kawasan Komersial dan Pusat Kota meliputi Jalan Gajah Mada area (Jalan Siam, Jalan Hijas, Jalan Setia Budi, Jalan Ketapang), Jalan Jendral Urip, serta kawasan Nusa Indah. Kemudian kawasan Permukiman yakni Jalan Karet, Komplek Yuka, Gang Alpokat Permai, dan Jalan Atot Achmad.

Baca :  Dari Kampung Yuka, Edi Kamtono Ingin Lomba Sampan Bidar Menembus Sarawak hingga Brunei

Plt Direktur Sanitasi Kementerian PU, Sandhi Eko Bramono, menyebut presisi kemiringan pipa menjadi kunci utama mengingat aliran air limbah ini bergantung penuh pada gaya gravitasi.

“Air limbah ini mengalir tanpa tekanan pump. Maka kepresisian kemiringan pipa di tanah lunak seperti Pontianak sangat krusial. Hasil olahannya nanti harus steril dari mikroorganisme patogen sebelum masuk ke sungai,” terang Sandhi. (*/)