Dampak Air Kapuas Asin di Pontianak, Usaha Cuci Mobil Rela Beli Air Gunung demi Kualitas

Usaha cuci mobil di Pontianak menggunakan air gunung sebagai bahan baku. Foto : Gilang

KalbarOke.com – Fenomena intrusi air laut yang masuk ke aliran Sungai Kapuas mengakibatkan pasokan air baku PDAM di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berubah menjadi asin. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha jasa pencucian kendaraan memutar otak guna menjaga kualitas layanan.

Salah satu unit usaha yang terdampak adalah Blu Carwash di Jalan MT Haryono, Pontianak. Pengelola memilih menyiasati kadar garam yang tinggi pada air PDAM dengan mendatangkan air gunung dari wilayah Anjungan, Kabupaten Mempawah.

Blu Carwash yang berada di Jl. MT Haryono Kota Pontianak. Foto : Gilang

Manager Blu Carwash, Muhammad Rizaldi, menjelaskan bahwa demi mempertahankan mutu hasil pencucian dan mencegah kerusakan bodi kendaraan konsumen, pihaknya menerapkan skema pencampuran air baku dalam proses operasionalnya.

“Selama kondisi air PDAM asin, kami menyiasatinya dengan menggunakan air gunung dari Anjungan. Saat proses pencucian awal, air PDAM dicampur dengan air gunung. Baru pada tahap akhir atau pembilasan, kami sepenuhnya menggunakan air gunung murni,” terang Muhammad Rizaldi.

Untuk menopang kebutuhan operasional harian, Blu Carwash mendatangkan sedikitnya dua armada tangki air gunung setiap minggunya, dengan total volume mencapai 20.000 liter (10.000 liter per tangki).

Rizaldi menambahkan, saat ini pembelian air gunung dari Anjungan mulai dibatasi oleh pihak penyedia lantaran melonjaknya volume permintaan dari berbagai sektor konsumen lain di Pontianak. Pihaknya pun berharap fenomena intrusi air laut di Sungai Kapuas dapat segera mereda sehingga pasokan air bersih PDAM kembali normal.