KalbarOke.com – Kabut asap sempat menggagalkan perlombaan perahu naga di Pontianak pada Agustus 2026. Namun, setelah menunggu kondisi udara membaik, Pontianak Dragon Boat Race 2026 akhirnya kembali digelar pada 6–8 November 2026. Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengangkat Sungai Kapuas sebagai destinasi olahraga air dan pariwisata.
Kompetisi yang diikuti tim dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka kejuaraan tersebut pada Jumat, 6 November 2026. Ia menyambut baik terlaksananya kembali perlombaan yang sebelumnya harus ditunda akibat kabut asap.
“Alhamdulillah, hari ini Dragon Boat Race 2026 bisa kita laksanakan, walaupun sempat tertunda karena kabut asap. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan motivasi dan semangat bagi kita semua, terutama dalam mendukung pembangunan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara umum,” ujar Bahasan.
Menurut dia, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga perahu naga memiliki daya tarik untuk dikembangkan lebih luas. Apalagi, Pontianak memiliki Sungai Kapuas yang dapat menjadi modal penting dalam penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga perairan.
Bahasan menilai Dragon Boat Race tidak semata-mata menjadi arena persaingan atlet. Kejuaraan tersebut juga membuka kesempatan bagi Pontianak untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dan pengunjung dari luar Kalimantan Barat.
Ia bahkan berharap perlombaan perahu naga ini dapat berkembang menjadi agenda internasional yang diselenggarakan secara rutin. “Kita akan terus dorong ke depan. Mudah-mudahan Dragon Boat Race ini bisa menjadi agenda internasional yang tetap, sehingga Kota Pontianak dan Kalimantan Barat semakin dikenal di berbagai daerah maupun negara,” katanya.
Pemerintah Kota Pontianak melihat penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala besar sebagai peluang untuk menggerakkan sektor ekonomi daerah. Bahasan mengatakan, kegiatan seperti Dragon Boat Race berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, organisasi olahraga, panitia penyelenggara, dan berbagai pihak terkait. Menurut Bahasan, semakin baik kualitas penyelenggaraan kejuaraan, semakin besar pula peluang Pontianak menarik peserta maupun wisatawan dari luar negeri.
Ia juga mengapresiasi dukungan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII dalam pelaksanaan kejuaraan, termasuk melalui perebutan Piala Komandan Kodaeral XII Tahun 2026. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem olahraga air di Pontianak sekaligus memberikan ruang kompetisi bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan.
Dragon Boat Race 2026 sebenarnya telah dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Saat itu, panitia merancang kejuaraan dengan cakupan kelas internasional dan kelas perahu naga 22 pendayung.
Namun, kondisi kabut asap yang menyebabkan penurunan kualitas udara membuat penyelenggaraan pertandingan harus ditunda. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keselamatan peserta.
Sebagai pengganti kegiatan perlombaan pada Agustus, panitia bersama sejumlah pihak menggelar Dragon Boat Charity Event berupa kegiatan sosial bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Setelah kondisi memungkinkan, kompetisi kemudian dijadwalkan kembali pada November. Pada pelaksanaan kali ini, kejuaraan difokuskan pada kompetisi tingkat nasional.
Meski demikian, nuansa internasional tetap terasa dengan kehadiran sejumlah tamu dari luar negeri, di antaranya China, Taiwan, dan Malaysia. Kejuaraan ini juga memiliki keterkaitan dengan Porprov XIV Kalimantan Barat 2026. Salah satu kelas yang dipertandingkan merupakan bagian dari cabang olahraga dayung dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Bagi Pemerintah Kota Pontianak, penyelenggaraan Dragon Boat Race menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan olahraga dayung sekaligus memperkenalkan potensi Sungai Kapuas kepada dunia.
Bahasan berharap kejuaraan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka peringatan hari jadi kota. Ia ingin Dragon Boat Race berkembang menjadi kompetisi unggulan yang mampu menarik atlet dan wisatawan dari berbagai negara.
Selain mengejar prestasi, kompetisi juga diharapkan menjadi ruang mempererat persahabatan antardaerah dan antarbangsa. Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan perlombaan sebagai kesempatan membangun hubungan positif melalui olahraga.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi penyemangat bagi para atlet serta masyarakat. Kita ingin olahraga semakin maju dan Pontianak semakin dikenal melalui berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga perairan,” tutur Bahasan.
Dengan kembali bergulirnya Dragon Boat Race setelah tertunda akibat kabut asap, Sungai Kapuas kembali mendapat panggung sebagai ruang kompetisi sekaligus potensi wisata olahraga. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan penyelenggaraan agar cita-cita menjadikan Pontianak sebagai salah satu pusat sport tourism di Kalimantan Barat dapat terwujud. (*/)






