KalbarOke.com – Secangkir kopi di sebuah warung kopi di Pontianak menjadi ruang bertukar gagasan bagi sejumlah tokoh Kabupaten Sekadau. Di tengah suasana santai dan penuh keakraban, mereka membicarakan sejumlah agenda penting, mulai dari pembangunan daerah, persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026, hingga rencana menggelar lomba sampan.
Pertemuan berlangsung di Sedap Nikmat Kopi Tiam, Jumat malam, 6 November 2026. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sekadau Sunardi, S.IP., M.Si., Muhammad Jais, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat terpilih dari Daerah Pemilihan Kalbar 6 Partai Amanat Nasional (PAN), Camat Sekadau Hilir Gustar Indarto, S.Sos., M.A.P., Kepala Desa Tanjung Samsudin, serta sejumlah tokoh masyarakat Sekadau.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana informal itu menjadi kesempatan untuk menyatukan pandangan mengenai berbagai peluang memajukan Kabupaten Sekadau. Olahraga dan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi beberapa topik yang mendapat perhatian.
Salah satu agenda yang dibicarakan adalah kesiapan KONI Kabupaten Sekadau menghadapi Porprov XIV Kalimantan Barat 2026. Tahun ini, Sekadau mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah cabang olahraga (cabor) arung jeram.
Kesempatan tersebut dinilai sebagai momentum penting bagi daerah. Selain menjadi kebanggaan masyarakat, penyelenggaraan pertandingan arung jeram di Sekadau diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi olahraga sekaligus memperkenalkan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Persiapan penyelenggaraan, koordinasi antarpihak, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting untuk menyukseskan agenda olahraga tingkat provinsi tersebut.
Selain Porprov, pembicaraan juga menyentuh rencana pelaksanaan lomba sampan. Kegiatan ini dipandang bukan sekadar perlombaan untuk menghibur masyarakat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sosial yang perlu dipertahankan.
Lomba sampan dapat menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga tradisi yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Sekadau.
Di luar berbagai agenda tersebut, pertemuan ini juga memperlihatkan pentingnya komunikasi antartokoh daerah. Diskusi yang berlangsung tanpa suasana formal memungkinkan setiap peserta menyampaikan pandangan dan gagasan secara lebih terbuka.
Pembangunan daerah, pada akhirnya, tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Keterlibatan tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, legislatif, organisasi olahraga, serta komunitas lokal juga dibutuhkan untuk mendorong berbagai program berjalan lebih baik.
Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan komunikasi dan kebersamaan antarelemen masyarakat Sekadau terus terjaga. Berbagai gagasan yang muncul dari pertemuan sederhana itu diharapkan dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, baik dalam bidang olahraga, pelestarian budaya, maupun pembangunan sosial kemasyarakatan.
Sebab, membangun daerah tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat resmi. Terkadang, gagasan besar justru berawal dari percakapan sederhana di meja kopi. (J-Mus)






