Efisiensi Anggaran, Pemprov Hapus Kegiatan Tidak Prioritas

PONTIANAK, KB1 – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakan Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh dari panerimaan pajak bermotor, sudah dialokasikan untuk masyarakat sebesar 10 persen. Sedangkan di bidang Pendidikan, secara konsisten Pemprov telah mengalokasikan 25 persen APBD dan untuk kesehatan dianggarkan minimal 10 persen dari total belanja APBD.

“Dengan ditetapkan RAPBD Tahun Anggaran 2015, maka melalui persetujuan dewan, kita langsung bisa menyalurkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kalbar, Selasa (23/12/2014).

Menurut dia, untuk mengefisienkan APBD, Pemprov telah melakukan penyaluran dana hibah dan bansos sesuai dengan pendoman yang berlaku di Indonesia. “Kalbar berada diurutan lima besar dalam penganggaran dana hibah dan bansos, maka mari kita gunakan secara efektif dan efisien,” katanya.

Sedangkan untuk mengupayakan belanja produktif, lanjut Christiandy, Pemprov sudah mengoptimalkan  dengan rapat dilakukan di kantor dan mengefisienkan anggaran terhadap perjalanan dinas. Setalah penandatanganan berita acara persetujuan terhadap Raperda RAPBD Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2015, Pemprov akan melakukan penghapusan kegiatan yang tidak prioritas.

“Tidak ada lagi kegiatan yang tidak prioritas seperti peresmian proyek dan gedung baru, lebih baik dana itu kita alokasikan untuk kepentingan rakyat,” janjinya. (Sai/02)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1218 kali