KalbarOke.com – Kompleksitas ancaman global yang terus berkembang mendorong aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan, tidak hanya dari sisi kecepatan respons tetapi juga penguasaan pengetahuan taktis. Menjawab tantangan itu, jajaran Gegana Polri menggelar Lokakarya Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) 2026 di Savero Hotel pada Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan para Komandan Detasemen (Danden) Gegana dari berbagai wilayah Indonesia. Forum tersebut difokuskan pada penguatan pemahaman teknis, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta penerapan prosedur operasional standar dalam menghadapi ancaman KBRN yang kian kompleks.
Perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Eka Djatnika Nugraha, menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam mengantisipasi potensi ancaman radioaktif. Ia menjelaskan bahwa mitigasi risiko harus didukung teknologi mutakhir dan pemahaman komprehensif terhadap karakteristik bahan berbahaya.
Sementara itu, Eko Pratikto dari Federasi Industri Kimia Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan sektor industri. Menurut dia, sinergi tersebut krusial untuk mencegah kebocoran maupun penyalahgunaan bahan kimia berbahaya sejak dini.
Aspek lingkungan turut menjadi perhatian dalam lokakarya ini. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup, Edward Nixon Pakpahan, memaparkan dampak serius insiden KBRN terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Para narasumber sepakat bahwa penanganan ancaman yang melibatkan material berbahaya tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi potensi krisis di lapangan.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa personel Gegana dituntut tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman strategis dalam membaca berbagai skenario ancaman. Kesiapan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam merespons situasi darurat.
Melalui lokakarya ini, Polri berharap profesionalisme dan kesiapsiagaan personel Gegana terus meningkat. Dengan koordinasi yang semakin solid, pasukan elite tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman KBRN, guna menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat secara luas. (*/)







