Mahasiswa Untan Diajak Jadi Benteng Biosekuriti Kalbar, Karantina Soroti Ancaman Hama dan Penyakit

Balai Karantina Kalbar mengedukasi mahasiswa Untan tentang biosekuriti dan perkarantinaan untuk mencegah penyebaran hama serta penyakit. Foto: dok Karantina Kalbar

KalbarOke.com – Ratusan mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak diajak melihat persoalan pertanian dari sudut yang berbeda: bukan hanya bagaimana menghasilkan pangan, tetapi bagaimana mencegah penyakit dan organisme berbahaya masuk ke wilayah Indonesia.

Pesan itu disampaikan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat dalam sosialisasi perkarantinaan di Aula Fakultas Pertanian Untan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami fungsi karantina dalam melindungi sumber daya alam hayati sekaligus memperkuat keamanan pangan nasional.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama pemaparan mengenai ancaman penyebaran hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan, terutama di wilayah yang memiliki mobilitas perdagangan dan lalu lintas komoditas seperti Kalimantan Barat.

Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, hadir sebagai salah satu narasumber. Ia menjelaskan bahwa tugas karantina memiliki cakupan strategis. Karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan komoditas yang keluar-masuk suatu wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan sumber daya hayati.

Ancaman biosekuriti, kata Ferdi, semakin kompleks. Karena itu, upaya perlindungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat atau institusi pemerintah. Mahasiswa juga perlu memahami risiko tersebut dan ikut menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat.

Baca :  Krisantus Soroti Tantangan Gambut hingga Konektivitas, Sujiwo Tegaskan ASN Harus Melayani di HUT ke-19 Kubu Raya

“Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk membuka wawasan adik-adik mengenai betapa vitalnya tugas karantina bagi keamanan pangan,” ujar Ferdi.

Ia berharap pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar setelah menyelesaikan pendidikan. “Pemahaman perkarantinaan sejak dini sangat penting agar adik-adik sekalian siap mengambil peran, bahkan bergabung menjadi bagian dari insan Karantina Indonesia untuk melestarikan keanekaragaman hayati kita,” katanya.

Kalimantan Barat memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Pergerakan manusia dan komoditas membuat pengawasan terhadap risiko penyebaran organisme pengganggu menjadi penting.

Satu komoditas yang membawa hama atau penyakit dapat menimbulkan persoalan serius bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun lingkungan apabila tidak terdeteksi dan dikendalikan. Karena itu, pemahaman mengenai biosekuriti dinilai perlu diperkenalkan sejak bangku kuliah, khususnya kepada mahasiswa yang menekuni bidang pertanian dan sumber daya hayati.

Bagi Karantina Kalimantan Barat, mahasiswa Fakultas Pertanian memiliki potensi menjadi bagian dari mata rantai perlindungan tersebut. Sosialisasi tidak diarahkan hanya untuk menjadikan mahasiswa sebagai penerima informasi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen edukasi perkarantinaan ketika kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Baca :  Kanwil Kemenag Kalbar Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah

Sektor pertanian dan sumber daya hayati membutuhkan sumber daya manusia yang memahami risiko penyakit serta ancaman terhadap keamanan pangan. Karena itu, Karantina Kalimantan Barat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia perkarantinaan sekaligus mempersiapkan diri berkontribusi dalam perlindungan sumber daya hayati Indonesia.

Ancaman terhadap sumber daya hayati tidak selalu terlihat kasatmata. Hama, virus, bakteri, jamur, maupun organisme pengganggu lainnya dapat berpindah melalui berbagai komoditas dan media pembawa. Di titik itulah karantina menjadi salah satu lapisan pertahanan.

Sosialisasi di kampus menjadi upaya memperluas pemahaman bahwa menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tugas pemerintah. Dunia akademik dan masyarakat juga memiliki peran. Antusiasme mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting bagi upaya membangun kesadaran biosekuriti di Kalimantan Barat.

Dari ruang kuliah Fakultas Pertanian Untan, pesan yang ingin ditanamkan Karantina Kalbar cukup sederhana: menjaga pangan dan keanekaragaman hayati dimulai sebelum ancaman masuk. (*/)