KalbarOke.com — Akses transportasi medis kerap menjadi tembok tebal bagi warga kurang mampu saat kondisi darurat. Menyikapi persoalan mendasar ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalbar merancang terobosan baru: program layanan ambulans gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Gagasan tersebut mengemuka di sela agenda Pendampingan Audit Syariah BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Komplek Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Selasa (28/07/2026).
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa), H. Rohadi, menegaskan bahwa pemanfaatan dana zakat harus langsung menyentuh urat nadi kebutuhan publik.
Bagi warga yang sedang berpacu dengan waktu membawa anggota keluarga sakit ke rumah sakit, keberadaan ambulans bebas biaya bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan penolong nyawa. “Ini bukan sekadar tentang pengadaan kendaraan, tetapi bagaimana zakat hadir secara nyata, memberikan kemudahan, dan meringankan beban masyarakat,” ujar Rohadi.
Ia menambahkan, inisiatif ini dirancang sebagai bentuk sinergi lintas lembaga antara Kemenag, BAZNAS, dan para pemangku kepentingan sosial lainnya. Goal utamanya sederhana namun krusial: menghadirkan jaring pengaman sosial yang tepat sasaran dan berdampak langsung.
Inisiatif tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kalbar. Turut hadir mematangkan konsep tersebut, Ketua Tim Zakat Kanwil Kemenag Kalbar, Hj. Emmy Jumartina, bersama jajaran pimpinan serta staf BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.
Lewat kolaborasi ini, program ambulans gratis diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan armada, tetapi juga diimbangi dengan tata kelola pelayanan yang profesional, aman, dan responsif. Ke depan, zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai kewajiban ritual, melainkan instrumen kemanusiaan yang konkret bagi kemaslahatan umat di Kalimantan Barat. (*/)






