Kemenag Kalbar dan BKKBN Satukan Data Simkah-Elsimil, Perkuat Pendampingan Calon Pengantin Cegah Stunting

Kanwil Kemenag Kalbar dan BKKBN Kalbar memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui integrasi data Simkah dan Elsimil guna meningkatkan pendampingan calon pengantin menuju keluarga berkualitas. Foto: dok Kemenag Kalbar 

KalbarOke.com – Upaya menekan angka stunting di Kalimantan Barat kini diarahkan sejak sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat sinergi melalui rencana integrasi data Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) dengan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Nyigit Wudi Amini, ke Kanwil Kemenag Kalbar yang disambut Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Mi’rad, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Nyigit menjelaskan bahwa integrasi Simkah dan Elsimil menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendampingan calon pengantin sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting.

Melalui sinkronisasi data, calon pengantin diharapkan memperoleh pendampingan yang lebih terstruktur, mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan reproduksi, hingga kesiapan membangun keluarga yang sehat. “Sinkronisasi data akan membuat proses pendampingan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Nyigit, Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang menunjukkan perkembangan positif dalam implementasi program Elsimil. Selain fokus pada pencegahan stunting, BKKBN juga terus mendorong Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah dan Mengambil Rapor sebagai bagian dari penguatan peran keluarga.

Baca :  Sekda Kubu Raya Ungkap Alasan Kecamatan Kumpai Raya Belum Resmi Berdiri, Tunggu Kode Kemendagri

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis menegaskan pihaknya mendukung penuh penguatan kolaborasi dengan BKKBN. Ia mengatakan kerja sama kedua lembaga telah memiliki landasan melalui nota kesepahaman dan menjadi bagian dari komitmen membangun keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Muhajirin menjelaskan seluruh peristiwa pernikahan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) telah tercatat dalam Simkah. Data tersebut terus diperbarui secara berkala sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, termasuk mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Kami memandang pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sudah menjadi bagian dari pelayanan pernikahan di KUA,” katanya.

Selain integrasi sistem digital, Muhajirin juga mengusulkan agar tersedia formulir Elsimil dalam bentuk manual. Menurutnya, langkah itu akan memudahkan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses internet maupun perangkat digital.

Baca :  Karantina Kalbar Cetak Asesor Organoleptik Bersertifikat, Perkuat Pengawasan Mutu Produk Perikanan Ekspor

Ia menambahkan data pernikahan di lingkungan Kemenag tersedia dalam rekapitulasi mingguan, bulanan, hingga tahunan sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan lintas sektor.

Sementara itu, Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Kalbar, Mi’rad, mengatakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) merupakan tahapan wajib yang harus diikuti setiap calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.

Karena itu, ia berharap BKKBN dapat semakin aktif terlibat dalam kegiatan Binwin dengan menghadirkan materi kesehatan reproduksi dan pendampingan melalui Elsimil agar pembekalan kepada calon pengantin menjadi lebih komprehensif.

Menutup pertemuan, Muhajirin menegaskan kesiapan seluruh jajaran ASN Kemenag Kalbar mendukung berbagai program kolaboratif bersama BKKBN, termasuk kegiatan sosialisasi yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada hari yang sama.

Ia berharap sinergi yang semakin erat antara Kementerian Agama dan BKKBN mampu melahirkan generasi Kalimantan Barat yang lebih sehat, cerdas, tangguh, sekaligus memperkuat terwujudnya keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas. (*/)