Puluhan Hotspot Muncul di Semitau Kapuas Hulu, Polisi dan Perusahaan Bergerak Padamkan Api

Puluhan hotspot terpantau di wilayah Semitau, Kapuas Hulu. Polisi bersama PT SBLE bergerak memadamkan api di tengah cuaca panas 35 derajat Celsius. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com — Puluhan titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah hukum Polsek Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Polisi bersama pihak swasta bergerak cepat ke lapangan untuk mencegah api menjalar menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.

Pemantauan dilakukan melalui aplikasi Lancang Kuning serta data satelit NASA, termasuk SNPP dan NOAA20. Dari hasil pemantauan tersebut, petugas gabungan menyisir sejumlah kawasan yang terindikasi terdapat titik api. Lokasi penanganan antara lain berada di wilayah Semitau, Kenepai Komplek, Tua Abang, hingga Desa Entipan.

Kapolsek Semitau AKP Lulu Sihombing mengatakan petugas mendapati sejumlah api masih menyala ketika tiba di lokasi. “Pada saat petugas mendatangi lokasi, api terpantau masih menyala di atas lahan yang pemiliknya tidak berada di tempat,” ujar Kapolsek.

Kondisi cuaca membuat petugas tidak bisa menunda penanganan. Suhu di lokasi dilaporkan mencapai 35 derajat Celsius, dengan kondisi lahan yang panas dan kering. “Sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar api tidak semakin membesar,” katanya.

Baca :  Api Kecil di Lahan Gambut, Ancaman Besar di Sungai Duri

Penanganan hotspot dilakukan bersama PT SBLE. Perusahaan mengerahkan sejumlah kendaraan dan peralatan untuk mendukung proses pemadaman. Sebanyak tiga kendaraan roda empat milik PT SBLE dan satu kendaraan roda dua dinas Bhabinkamtibmas diterjunkan ke lokasi.

Petugas juga menggunakan berbagai peralatan, mulai dari jonder tangki air, ekskavator, mesin Robin beserta selang dan nozel, alat semprot punggung, hingga safety boat. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik api yang terdeteksi, termasuk koordinat baru dan sisa titik yang masih harus ditangani dari hari sebelumnya.

Selain memadamkan api, personel Polsek Semitau juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar sembarangan.

Baca :  Kemarau Mengintai, Forkopincam Mempawah Hulu Siapkan Strategi Cegah Karhutla

Masyarakat yang hendak membuka lahan juga diminta berkoordinasi lebih dulu dengan petugas di desa masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api tidak terkendali dan berkembang menjadi karhutla yang sulit ditangani.

Kerja sama antara kepolisian dan pihak perusahaan akhirnya membuahkan hasil. Pencarian serta pemadaman terhadap titik-titik api diselesaikan sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah seluruh lokasi yang menjadi sasaran penanganan diperiksa, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Namun, munculnya puluhan hotspot di tengah cuaca panas menjadi peringatan bagi seluruh pihak di Semitau. Respons cepat diperlukan agar titik api yang masih kecil tidak berubah menjadi kebakaran besar.

Bagi petugas di lapangan, persoalannya bukan sekadar memadamkan api yang sudah muncul. Yang lebih penting adalah mencegah satu titik api berubah menjadi ancaman karhutla yang meluas. (*/)