KalbarOke.Com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara (KKU) menggelar kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada siswa dan keluarga Buddhis kurang mampu pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pembinaan umat sekaligus implementasi nyata nilai-nilai ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini secara khusus mengedepankan semangat cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna). Selain bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, penyaluran bantuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara para penyuluh agama dengan umat di lapangan.
Sebanyak 55 paket sembako disalurkan kepada siswa dari empat Sekolah Minggu Buddha yang tersebar di wilayah Kabupaten Kayong Utara. Proses penyaluran dilakukan secara langsung dengan melibatkan para guru Sekolah Minggu Buddha guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Meto Sarono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bentuk perhatian mendalam terhadap generasi muda Buddhis di daerah tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah umat,” ujar Meto Sarono pada Minggu.
Para penerima bantuan menyambut aksi sosial ini dengan penuh syukur. Suasana kebersamaan tampak kental selama proses pembagian yang berjalan dengan tertib dan lancar.
Melalui inisiatif ini, Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyeluruh. Pelayanan tersebut tidak hanya terbatas pada pembinaan spiritual di dalam rumah ibadah, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat.
Ringkasan Berita:
- Kemenag Kayong Utara membagikan 55 paket sembako kepada siswa dan keluarga Buddhis kurang mampu pada Minggu (19/4/2026).
- Bantuan menyasar siswa di empat Sekolah Minggu Buddha di wilayah Kayong Utara dengan melibatkan peran guru sekolah setempat.
- Penyuluh Agama Buddha, Meto Sarono, menyebut kegiatan ini sebagai implementasi nilai metta (cinta kasih) dan karuna (welas asih).
- Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga penerima sekaligus memberikan perhatian kepada generasi muda Buddhis.
- Kemenag KKU berkomitmen terus menjalankan pelayanan keagamaan yang menyentuh aspek sosial dan spiritual secara berkesinambungan.







