Kontingen Kalbar Juara Jampasnas di Solo

SOLO,KB1- Kontingen dari Kalimantan Barat berhasil mengukir prestasi pada Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) ke- III tahun 2014 di Solo, Jawa Tengah. Lomba Pelafalan Doa juara pertama diraih oleh konten Pulau Borneo ini.

Pada Minggu (19/10/2014) Jampasnas resmi ditutup oleh Wakil Menteri (Wamen) Agama Nasarudin Umardan. Dikutip balipost, tahun ini, kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih juara umum. Sementara, kontingan Provinsi Bali keluar sebagai juara pertama lomba Bercerita Keagamaan Hindu.

Kontingan Provinsi DIY keluar sebagai juara umum setelah berhasil merebut dua buah medali emas. Atas prestasi ini, piala bergilir dari Direktorat Jendral (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI kini dipegang Provinsi DIY. Sebelumnya, pada 2012 lalu piala bergilir dipegang oleh kontingen Jampasnas Jawa Tengah.

Kontingen DIY berhasil keluar sebagai juara pertama dalam lomba Kramaning Sembah. Kontingen ini juga tampil sebagai juara pertama dalam lomba Cipta Lagu Kreasi Agama Hindu. Lomba Mantram Tri Sandiya juara pertama direbut oleh kotingan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Lomba Pelafalan Doa juara pertama diraih oleh kontingan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Adapun kontingen Provinsi Riau dalam Jampasnas tahun ini keluar sebagai juara pertama dalam lomba Puisi Keagamaan Hindu. Lomba Bercerita Keagamaan Hindu juara pertama diraih oleh kontingan Jampasnas Bali. Lomba Yoga Asanas Putra direbut oleh kontingan Kalimantan Timur (Kaltim) dan lomba Yoga Asanas Putri juara pertamanya diberikan kepada kontingan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sementara itu, tuan rumah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tampil sebagai juara pertama dalam lomba out bond. Sebelum penutupan, seluruh peserta Jampasnas mengikuti tirta yatra ke Candi Ceto.

Nasarudin Umardan menyebutkan, Jampasnas merupakan kegiatan positif dalam membangun mental dan karakter anak bangsa yang berbudi luhur, beretika, dan berbudaya. Bahkan, kegiatan Pasraman ini tidak hanya menanamkan kepedulian dan penghormatan perbedaan, namun pembentukan spritualitas dan pemahaman nilai-nilai keagamaan, utamanya Agama Hindu. (red)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1500 kali