Penutupan Gawai Dayak Meliau Sanggau Dihadiri 1.500 Warga, Budaya Dayak Jadi Sorotan

Penutupan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau di Sanggau berlangsung meriah dengan kehadiran 1.500 warga dan berbagai pertunjukan budaya Dayak. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai penutupan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau atau Gawai Nyopat Soa I DAD Kecamatan Meliau di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu malam, 20 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Dengan Nyopat Sowan, Kita Lestarikan Budaya Kita” itu dihadiri sekitar 1.500 warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Meliau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, anggota DPRD Kabupaten Sanggau daerah pemilihan Meliau, Camat Meliau Tang, Kapolsek Meliau Iptu Supar, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga perwakilan perusahaan dan paguyuban masyarakat.

Rangkaian acara dimulai dengan hiburan rakyat yang menampilkan artis lokal Meliau. Antusiasme masyarakat terlihat memadati area Rumah Betang Pangsuma untuk menyaksikan seluruh rangkaian penutupan Gawai Adat Dayak tersebut.

Selain pertunjukan seni budaya, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar selama perayaan berlangsung. Berbagai perlombaan bernuansa budaya Dayak seperti pemilihan domamank dan domia, lomba lagu daerah, hingga lomba melukis motif Dayak menjadi perhatian masyarakat.

Baca :  Pemprov Kalbar Lepas Kloter 18, Penerbangan Terakhir Jemaah Haji 2026 dari Pontianak

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan adat, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya dan mempererat persatuan masyarakat. “Masyarakat telah menyaksikan kekayaan seni dan budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun dan harus terus dijaga keberlangsungannya,” kata Susana.

Menurut dia, seluruh rangkaian perlombaan selama Gawai menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah ekspresi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya daerah. “Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dipelihara, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus agar nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Susana menilai semangat Gawai Dayak juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sanggau yang tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Meliau Iptu Supar menyatakan pihak kepolisian mendukung seluruh agenda budaya masyarakat yang memperkuat persatuan sosial.

“Gawai Adat Dayak merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif,” kata Supar.

Baca :  Jembatan Temurak di Sanggau Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem, Warga dan Polisi Lakukan Perbaikan Darurat

Ia mengatakan personel Polsek Meliau diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik selama kegiatan berlangsung. “Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif. Kami mengapresiasi panitia, tokoh adat, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban,” ujarnya.

Usai sambutan, Wakil Bupati Sanggau secara resmi menutup pelaksanaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau. Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik rakyat yang kembali menampilkan artis lokal.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gawai Adat Dayak di Kecamatan Meliau juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Stan kuliner, kerajinan masyarakat, hingga wahana permainan anak turut meramaikan area kegiatan selama pelaksanaan gawai.

Panitia bersama Dewan Adat Dayak Kecamatan Meliau menyatakan kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan untuk menjaga eksistensi budaya Dayak di Kabupaten Sanggau. (*/)