KalbarOke.com — Ratusan guru dari berbagai penjuru Kabupaten Sekadau berkumpul melingkupi Aula CU Usaha Kita, Kecamatan Belitang Hilir, Kalimantan Barat, Rabu, 14 Oktober 2026. Kedatangan para pahlawan tanpa tanda jasa ini bukan untuk mengajar di kelas, melainkan bersiap melantai dalam gelanggang Pekan Olahraga, Seni, dan Keilmuan Guru (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Kabupaten Sekadau Tahun 2026.
Hajatan dua tahunan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sekadau, Subanrio, yang hadir membawai jajaran Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, hingga pengurus cabang PGRI dari seluruh kecamatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sekadau, PORSENIJAR tidak sekadar ajang unjuk kebolehan fisik dan olah otak antar-kecamatan. Lebih dari itu, ajang ini dinilai sebagai panggung keteladanan nilai-nilai sportivitas yang bakal diboyong para guru kembali ke ruang-ruang kelas tempat mereka mengajar.
“Selamat datang kepada seluruh kontingen PORSENIJAR PGRI se-Kabupaten Sekadau di Belitang Hilir. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh semangat, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Subanrio saat menyampaikan sambutannya, Rabu.
Dalam ajang PORSENIJAR 2026, kompetisi diprediksi berlangsung sengit mengingat setiap kontingen kecamatan membawa target gengsi tinggi. Namun, Subanrio mengingatkan agar tensi persaingan di arena pertandingan tetap terkontrol dalam bingkai persaudaraan insan pendidik.
Langkah ini juga diposisikan sebagai ajang penyaringan bibit unggul tenaga pendidik yang akan mewakili Kabupaten Sekadau ke ajang PORSENIJAR tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendatang. Pemkab Sekadau mematok target tinggi agar kontingen guru yang terpilih kelak mampu mempertahankan takhta juara umum di tingkat provinsi.
“Setiap peserta membawa nama kecamatan dan mengemban tanggung jawab memberikan kemampuan terbaik. Harapan kita, seluruh kontingen meraih prestasi terbaik hingga kita bisa meraih kembali Juara Umum PORSENIJAR PGRI di tingkat provinsi nantinya,” tegas Subanrio.
Selain aspek prestasi medis dan olahraga, PORSENIJAR dipandang sebagai momentum pelepasan penat sekaligus sarana saling tukar metode pembelajaran kreatif antar-guru lintas kecamatan. Subanrio berpesan agar para guru menunjukkan sikap keteladanan (manner) selama bertanding, mengingat profesi guru selalu berada di bawah sorotan moral masyarakat.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan jaga nama baik Kabupaten Sekadau. Menang adalah prestasi, tetapi menjaga persaudaraan dan kehormatan daerah adalah bagian terpenting dari perjuangan,” tutupnya.
PORSENIJAR PGRI Sekadau 2026 di Belitang Hilir dipastikan bakal melangsungkan pelbagai cabang perlombaan olahraga, pentas seni budaya, hingga olimpiade keilmuan guru dalam beberapa hari ke depan. (J-Mus)






