KalbarOke.com — Sebuah ruas jalan sepanjang sekitar 8 kilometer di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kini mulai mengubah cara warga pedalaman bergerak. Jalan yang sebelumnya membuat perjalanan Senyamu menuju Serimbu memakan waktu sekitar dua jam, kini dapat dilalui sekitar 20 menit setelah mendapat penimbunan material laterit.
Perubahan itu terjadi setelah PT Cahaya Putih Energi Alam (PT CPEA) menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu peningkatan infrastruktur jalan masyarakat.
Pada Kamis, 6 Agustus 2026, sejumlah dump truck mengangkut material laterit ke ruas jalan yang menjadi akses utama warga. Alat berat kemudian meratakan material tersebut agar jalan lebih mudah dilalui kendaraan.
Pekerjaan itu ditinjau langsung sejumlah anggota DPRD Kabupaten Landak. Mereka antara lain Ketua DPRD Landak Herculanus Heriadi, Wakil Ketua I DPRD Minadinata, Ketua Komisi II Evy Yuvenalis, dan Anggota Komisi II Ambrosius Mawardi. Dari pihak perusahaan hadir Estate Manager PT CPEA Tonny Ricardo Damanik, Manager Humas Karmin, serta PH Paulus Adi.
Rombongan melihat langsung lokasi pengambilan material laterit hingga ruas jalan yang telah selesai ditimbun. Dari total pekerjaan yang telah dilakukan, sekitar 8 kilometer telah rampung. Perusahaan berencana melanjutkan pekerjaan menuju Desa Dange Aji dengan sisa ruas sekitar 9 kilometer.
Bagi perusahaan, pekerjaan itu bukan sekadar meratakan jalan. Jalan yang lebih baik berarti memangkas waktu perjalanan warga sekaligus membuka akses yang selama ini terbatas. Estate Manager PT CPEA Tonny Ricardo Damanik mengatakan program tersebut merupakan bagian dari CSR perusahaan.
“Program ini merupakan bentuk CSR perusahaan. Kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pembangunan akses jalan,” kata Tonny.

Ia menyebut perjalanan dari Senyamu menuju Serimbu sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Setelah ruas jalan ditimbun laterit, waktu perjalanan kini dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit.
Tonny mengatakan pengambilan material dilakukan dari area yang telah memiliki izin perusahaan. Pelaksanaan program juga dikoordinasikan dengan pemerintah desa. “Karena ini merupakan program CSR, kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparatur desa. Amanah perusahaan jelas, yaitu membantu meningkatkan akses jalan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Landak Herculanus Heriadi menilai bantuan perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Menurut dia, keberadaan perusahaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat patut diapresiasi.
“Perusahaan seperti PT CPEA harus kita dukung. Mereka belum beroperasi secara penuh, tetapi sudah memberikan manfaat besar kepada masyarakat melalui pembangunan jalan,” kata Herculanus.
Ia mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat untuk menjaga komunikasi dengan perusahaan. Herculanus mengatakan jalan yang lebih baik akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil pertanian, perkebunan, buah-buahan, hingga kebutuhan pokok dapat diangkut lebih mudah.
Dampaknya bukan hanya pada biaya distribusi. Akses menuju fasilitas kesehatan juga menjadi lebih cepat karena kendaraan roda empat kini dapat melintas. “Kami berharap seluruh perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Landak memiliki komitmen serupa dalam membantu pembangunan daerah melalui program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Kepala Desa Dange Aji, Roma. Ia mengatakan masyarakat telah melihat langsung manfaat pembangunan jalan yang dilakukan perusahaan. “Perusahaan sudah membuktikan komitmennya melalui pembangunan infrastruktur. Kami sebagai pemerintah desa tentu mendukung,” kata Roma.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga hubungan baik dengan perusahaan agar program pembangunan dapat berjalan. Roma juga menyebut warga menyambut positif kembali aktifnya perusahaan karena perbaikan jalan mulai terasa dalam aktivitas sehari-hari.
“Masyarakat bersyukur perusahaan kembali aktif. Jalan menjadi lebih baik sehingga aktivitas sehari-hari semakin mudah,” ujarnya.

Bagi warga, manfaat paling terasa dari jalan yang membaik bukan hanya soal perjalanan yang lebih singkat. Jalan juga menentukan seberapa cepat seseorang bisa mendapatkan pertolongan ketika kondisi darurat.
Martinus, warga Desa Engkadik Pade, mengatakan kerusakan jalan sebelumnya membuat perjalanan menuju Serimbu memakan waktu lebih dari dua jam. “Sekarang jalannya sudah jauh lebih baik. Kami sangat bersyukur karena perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman,” kata Martinus.
Namun, menurut dia, perubahan paling penting terlihat ketika ada warga yang sakit. “Dulu kalau ada warga sakit sering kali harus ditandu menuju puskesmas karena kendaraan tidak bisa masuk. Sekarang mobil sudah bisa melintas sehingga penanganan menjadi jauh lebih cepat,” ujarnya.
Martinus berharap perusahaan menyelesaikan seluruh rencana pembangunan jalan. Menurut dia, manfaatnya tidak hanya dirasakan warga Engkadik Pade, tetapi juga masyarakat Tengon, Pare, Serimbu, dan desa-desa lain yang menggunakan jalur tersebut.
Perbaikan jalan di Air Besar memperlihatkan satu hal sederhana: infrastruktur dasar sering kali menjadi pembeda antara ekonomi yang bergerak dan ekonomi yang tertahan.
Ketika kendaraan dapat masuk lebih mudah, hasil pertanian dan perkebunan dapat dibawa ke pasar dengan waktu lebih singkat. Ongkos angkut berpeluang turun. Akses terhadap layanan kesehatan pun menjadi lebih terbuka.
Karena itu, penimbunan jalan melalui program CSR PT CPEA tidak hanya menyentuh persoalan fisik jalan. Program tersebut berpotensi mempengaruhi rantai ekonomi dan pelayanan publik masyarakat di pedalaman Landak. Pekerjaan belum selesai. Setelah sekitar 8 kilometer rampung, masih terdapat sekitar 9 kilometer menuju Desa Dange Aji yang ditargetkan untuk dilanjutkan.
Bagi warga, harapannya sederhana: jalan yang selama bertahun-tahun menjadi penghambat mobilitas benar-benar berubah menjadi jalur yang menghubungkan desa, pasar, fasilitas kesehatan, dan peluang ekonomi. Sebab, di pedalaman, memperbaiki jalan bukan sekadar memperbaiki jalan. Ia juga berarti memperpendek jarak menuju kehidupan yang lebih mudah. (dRi)






