Sekda : Kalbar Ingin Maju, Tirulah Korea Selatan

PONTIANAK, KB1- Membangun sebuah daerah, bukan infrastruktur, bukan pula dan pembangunan yang besar, yang menjadi kunci pembangunan itu sendiri. Peran penting untuk mengisi pembangunan itu sendiri adalah sumber daya manusia yang mesti diperhatikan.

Setidaknya itulah yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, saat memaparkan konsep pembangunan sumber daya manusia, dalam diskusi publik yang digagas Kalbar Bersuara-Pon TV, Senin malam.

Ia pun menyebutkan contoh sederhana yang bisa dilihat sebuah negara maupun daerah bisa maju ada di Korea Selatan. Tolak ukurnya sederhana. Bagaimana negeri ginseng, dalam hal teknologi mampu mengalahkan Jepang.

“Dua negara itu sama-sama punya infrastruktur teknologi yang canggih. Mereka juga sama- sama punya SDM yang handal. Tapi Korea punya semangat kerja yang lebih dibandingkan Jepang,” kata M Zeet.

Semangat yang dimaksud tak lain adalah etos kerja masyarakat Korea Sselatan itu sendiri. M Zeet menambahkan, bila di Jepang, tenaga kerja mereka hanya mampu bekerja sebanyak 12 jam, tapi di Korea Selatan, masyarakat di sana mampu bekerja selama 14 jam.

“Itulah mengapa Korea sekarang lebih maju,” tuturnya.

“Semua negara sama-sama punya waktu 24 jam. Pertanyaannya, mampukah kita punya waktu lebih dibandingkan negara mereka,” tambah M Zeet.

Saat ini Pemerintah Provinsi Kalbar memang sedang fokus menggalakkan program peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Bila dilihat dari ranking di provinsi lainnya, Kalbar masih kalah jauh ketinggalan. Meksipun setiap tahun, IPM Kalbar menunjukkan angka peningkatan.

“Cara menilainya sederhana. Kita bisa lihat angka pertumbuhan ekonomi Kalbar terus menunjukkan trafik kenaikan kisaran 3-4 persen,” tuturnya.

Hanya saja persoalan serius di Kalbar adalah, masih banyak terdapat masyarakatnya yang mengalami buta huruf. Adapun range umur mereka yang buta huruf kisaran 40-60 tahun. Pada usia segitu, Pemprov tidak bisa memberantasnya hanya dengan program pendidikan.

“Biasanya kita melakukannya melalui pendekatan program pendampingan di luar pendidikan formal,” tuturnya. Ini terbukti, sudah beberapa tahun, Kalbar menduduki ranking ke tiga nasional, dalam hal penanganan pengangguran dan kemiskinan.

“Jika SMD kita sudah bagus. Dan Semangat kerja masyarakatnya baik. Saya yakin, Kalabr bisa unggul dengan daerah lain,” katanya. (ags/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1331 kali