KalbarOke.Com – Kapolres Sintang AKBP Sanny Handito mengambil langkah cepat setelah video bocah 9 tahun bernama Boy viral di TikTok. Video tersebut diunggah oleh guru Boy, memperlihatkan kondisi kaki sang anak yang membengkak dan tidak dapat digunakan akibat sengatan penyengat.
Mendapatkan informasi itu, Kapolres Sintang langsung memerintahkan Kapolsek Ambalau untuk melakukan pengecekan data di lapangan. Hasil penelusuran membenarkan bahwa Boy hanya mendapat perawatan awal di Puskesmas setempat.
Karena keterbatasan biaya keluarga, membuatnya tidak dapat melanjutkan pengobatan yang lebih intensif di rumah sakit. Kondisi ini menyebabkan bengkak pada kakinya kian parah.
“Karena keterbatasan biaya, akhirnya tidak mendapatkan pengobatan sehingga mengakibatkan bengkak pada salah satu kaki tersebut dan tidak bisa dipergunakan lagi kakinya,” ujar Kapolres Sintang, Minggu (14/12/25).
Kapolres Sintang pun berinisiatif melakukan koordinasi dengan Pemkab Sintang. Beliau menghubungi Bupati, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga pihak Rumah Sakit.
Tujuannya memastikan Boy mendapatkan bantuan maksimal, termasuk dukungan pendidikan dan jaminan kesehatan penuh untuk proses pengobatannya.
“Setelah mengetahui informasi ini, saya sudah perintahkan Kapolsek Ambalau untuk membawa anak ini ke Sintang sehingga bisa kita pertemukan dengan pihak-pihak terkait untuk penanganannya. Saya tidak ingin ada anak di wilayah kita yang terhambat masa depannya hanya karena persoalan biaya pengobatan,” tegas Sanny.
Dalam pertemuan yang difasilitasi Polres, Boy menerima sejumlah bantuan, termasuk peralatan belajar dan tongkat dari Kapolres secara pribadi.
Kapolres juga menambahkan, “Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama. Anak-anak seperti Boy berhak mendapatkan kesempatan dan harapan yang sama seperti anak-anak lainnya.”
Polres dan Pemda memastikan pemantauan terhadap perkembangan kondisi Boy akan terus dilakukan. Boy langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut hingga ia pulih sepenuhnya.
Ringkasan Berita
• Kapolres Sintang AKBP Sanny Handito merespons cepat video viral bocah 9 tahun bernama Boy di Ambalau yang kakinya bengkak.
• Kondisi Boy memburuk karena keterbatasan biaya untuk pengobatan intensif.
• Kapolres segera berkoordinasi dengan Pemkab Sintang (Bupati, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan) untuk jaminan penanganan penuh.
• Boy langsung dirujuk ke rumah sakit dan mendapat jaminan kesehatan penuh serta dukungan pendidikan.
• Kapolres Sanny menegaskan bahwa ini adalah tanggung jawab moral bersama, memastikan masa depan anak tidak terhambat biaya.
• Polres dan Pemda memastikan pemantauan terhadap kondisi Boy akan terus dilakukan hingga pulih.






