Landak  

Jalan Jelimpo–Batang Tarang Putus Total Akibat Longsor, Akses Logistik Terhambat

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau ruas jalan Jelimpo–Batang Tarang yang putus total akibat longsor. Pemerintah daerah upayakan penanganan darurat akses logistik. (Foto: Dri/Ist)

KalbarOke.Com — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meninjau langsung kondisi ruas jalan penghubung Jelimpo–Batang Tarang yang mengalami longsor parah di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Selasa (12/5/2026). Kerusakan infrastruktur ini mengakibatkan akses transportasi antarkabupaten tersebut putus total.

Peristiwa amblasnya jalan ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Landak pada Kamis malam lalu. Curah hujan ekstrem menyebabkan gorong-gorong pada aliran sungai kecil jebol, hingga mengakibatkan badan jalan amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Ruas jalan yang terdampak merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Angan Tembawang di Kabupaten Landak dengan Kecamatan Balai (Batang Tarang) di Kabupaten Sanggau. Jalur ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan distribusi logistik bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut.

“Kondisi ini harus segera ditangani karena jalan ini merupakan jalur logistik masyarakat. Kebutuhan sembako dan barang-barang penting warga banyak melalui akses ini,” ujar Karolin saat melakukan peninjauan di lapangan.

Baca :  Polres Landak Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Ngabang, Satu Pelaku Ternyata Residivis

Berdasarkan hasil pantauan, badan jalan yang putus mencapai panjang sekitar empat meter. Meski kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan sangat hati-hati melalui sisa bahu jalan, kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melewati jalur tersebut, sehingga menghambat distribusi barang pokok.

Karolin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat bersama Dinas PUPR dan BPBD untuk menentukan langkah penanganan darurat. Tujuannya adalah agar akses tersebut kembali fungsional dalam waktu singkat guna menjamin kelancaran aktivitas warga.

“Curah hujan diperkirakan masih tinggi dan musim kemarau kemungkinan baru mulai memasuki bulan Juni. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada,” tambahnya mengingatkan potensi bencana susulan.

Terkait kendala anggaran, Karolin mengakui adanya tantangan dalam penanganan infrastruktur desa yang terdampak bencana. Namun, ia memastikan koordinasi dengan pihak desa dan instansi terkait terus dilakukan untuk menentukan skala prioritas penanganan jalur-jalur krusial.

Baca :  Tolak Pecat PPPK, Pemkab Landak Mau Rasionalisasi ‘Pangkas’ TPP dan Honorarium

“Dana cadangan kita sangat terbatas. Namun kami akan terus berkoordinasi untuk menentukan prioritas penanganan agar jalur-jalur penting tetap bisa difungsikan,” jelas Karolin.

Sebagai langkah awal demi keselamatan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan di lokasi longsor dinilai sangat berisiko bagi pengguna jalan yang nekat melintas.


Ringkasan Berita:

  • Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau jalan putus di Desa Angan Tembawang, Jelimpo, pada Selasa (12/5/2026).
  • Jalan penghubung Jelimpo–Batang Tarang amblas sepanjang empat meter akibat gorong-gorong jebol diterjang hujan deras.
  • Kerusakan ini menghambat distribusi sembako dan logistik dari Kabupaten Landak menuju Kabupaten Sanggau.
  • Bupati Karolin menginstruksikan penanganan darurat meskipun daerah menghadapi keterbatasan anggaran cadangan.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah Landak masih tinggi hingga Juni.