Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Proyek RDMP Balikpapan Senilai Rp123 Triliun

PT Pertamina (Persero) memperkuat ketahanan energi nasional melalui Proyek RDMP Balikpapan senilai Rp123 triliun yang mencakup modernisasi kilang, peningkatan kapasitas pengolahan, dan penguatan rantai pasok energi. Foto: Pertamina

KalbarOke.com – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 ini menjadi salah satu fondasi pengembangan infrastruktur energi terintegrasi di Indonesia.

Dengan total investasi mencapai Rp123 triliun, RDMP Balikpapan ditujukan untuk memodernisasi kilang eksisting. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah, menghasilkan bahan bakar minyak berkualitas lebih tinggi dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong hilirisasi industri petrokimia.

RDMP Balikpapan dirancang dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung untuk menjamin kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional.

Lingkup pertama adalah early work yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahapan ini meliputi pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, hingga fasilitas penunjang konstruksi. Tahap awal tersebut menjadi fondasi penting bagi keselamatan dan kelancaran konstruksi utama.

Baca :  Hanya 'Tidurkan' Lahan Warga, Masyarakat Sungai Tekam Tolak Kehadiran Kembali PT Bintang Barito Jaya

Lingkup kedua mencakup pembangunan dan pengembangan fasilitas utama kilang yang terdiri atas 39 unit, termasuk 21 unit proses baru dan 13 unit fasilitas utilitas pendukung. Selain itu, Pertamina juga melakukan revitalisasi empat unit utama pengolahan, seperti unit distilasi minyak mentah, pengolahan residu, hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

Pembangunan dan revitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas pengolahan minyak mentah serta menjamin kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Sementara itu, lingkup ketiga berfokus pada penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah. Pertamina membangun dua tangki penyimpanan berkapasitas masing-masing 1 juta barel, jaringan pipa onshore dan offshore, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker hingga 320.000 DWT. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan pasokan minyak mentah.

Baca :  Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Adera, Potensi Produksi Capai 3.442 Barel per Hari

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses produksi.

“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting dalam penguatan sistem energi nasional. Infrastruktur yang terintegrasi memastikan keandalan pasokan minyak mentah serta operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Baron.

Menurut dia, proyek ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional. Selain itu, Pertamina menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pemimpin transisi energi dengan mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (*/)