KalbarOke.com – Pemerintah menyiapkan sistem digital terpadu untuk memastikan bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi benar-benar diterima oleh warga miskin yang berhak. Digitalisasi ini juga diarahkan untuk membuka akses usaha dan sumber pendapatan baru bagi kelompok rentan.
Upaya tersebut dijalankan melalui kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Kolaborasi ini menitikberatkan pemanfaatan teknologi digital guna memperbaiki ketepatan sasaran bantuan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan sistem semata. Menurut dia, teknologi harus menghadirkan dampak langsung yang bisa dirasakan masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dengan BP Taskin karena ini menjadi salah satu perhatian Presiden. Prioritas kerja sama akan difokuskan pada program-program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Meutya Hafid dalam penandatanganan nota kesepahaman Kemkomdigi dan BP Taskin di Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.
Meutya menyebut kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sebagai prasyarat utama percepatan pengentasan kemiskinan. Dalam konteks ini, integrasi teknologi digital dipandang sebagai fondasi untuk memastikan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami sepakat bahwa kolaborasi lintas kementerian mutlak diperlukan. Dalam sentralisasi digitalisasi pemerintahan, pintu koordinasinya berada di Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, peran Kemkomdigi tidak hanya sebatas penyediaan infrastruktur dan sistem digital, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menilai sektor digital memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, akses teknologi digital membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat di tingkat akar rumput.
Budiman menjelaskan BP Taskin mengembangkan program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) dengan pendekatan Berdata, Berdana, dan Berdaya. Melalui skema ini, masyarakat didorong memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas sosial yang berdampak positif bagi lingkungan dan komunitas.
“Orang yang berkontribusi akan mendapatkan Poin Amal Sosial yang bisa ditukar di dalam komunitasnya,” kata Budiman.
Ia berharap Kemkomdigi dapat mendukung penyediaan teknologi dalam program tersebut agar pelaksanaannya lebih efektif dan mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. (*/)






