KalbarOke.Com — Pemerintah Kota Pontianak memastikan bahwa rencana pelebaran Jalan Komyos Soedarso, Kecamatan Pontianak Barat, tetap menjadi prioritas tahun ini dengan alokasi anggaran mencapai Rp16,6 miliar. Namun, pengerjaan fisik jalan tersebut terpaksa harus ditunda sementara waktu.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan penundaan ini dilakukan demi efisiensi dan koordinasi pembangunan antarinstansi. Alasan utamanya adalah adanya proyek strategis nasional dari pemerintah pusat, yakni pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Daerah Terpadu (SPALDT).
“Pengerjaan fisik jalan tersebut akan ditunda sementara karena adanya proyek strategis pengelolaan air limbah dari pemerintah pusat. Sistem perpipaan akan ditanam melalui jalur jalan tersebut,” jelas Edi saat membuka Musrenbang RKPD Pontianak Barat di Hotel Golden Tulip, Selasa (10/2/2026).
Edi menjelaskan, program SPALDT ini akan menanam pipa besar mulai dari kawasan Nipah Kuning hingga Martapura. Tujuannya untuk mengalirkan limbah rumah tangga dari sekitar 16 ribu sambungan rumah menuju instalasi pengolahan. Jika pelebaran jalan dilakukan sekarang, dikhawatirkan aspal jalan yang baru akan kembali dibongkar untuk penanaman pipa tersebut.
Oleh karena itu, pelebaran Jalan Komyos Soedarso baru akan dilaksanakan segera setelah proyek SPALDT rampung. Langkah ini diambil guna menghindari pemborosan anggaran dan memastikan kualitas jalan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Selain persoalan Jalan Komyos, Edi juga menyoroti beban berat infrastruktur di Pontianak Barat akibat aktivitas pelabuhan yang mencapai 450 ribu kontainer per tahun. Pemkot terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong relokasi pelabuhan guna mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak tetap bergerak pada titik pembangunan lain, seperti penuntasan paralel Jalan Husein Hamzah hingga wilayah Sungai Jawi. Saat ini, tercatat sudah ada 15 titik lahan yang siap dibebaskan untuk kemudian dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Kota ini kita bangun berdasarkan kebutuhan. Jalan, drainase, dan infrastruktur dasar lainnya harus diselesaikan secara bertahap, tapi pasti,” pungkas Edi Rusdi Kamtono.
Ringkasan Berita
*Proyek pelebaran Jalan Komyos Soedarso dengan anggaran Rp16,6 miliar ditunda sementara waktu.
*Penundaan disebabkan oleh proyek penanaman pipa raksasa Sistem Pengelolaan Air Limbah Daerah Terpadu (SPALDT) yang melintasi jalur tersebut.
*Proyek SPALDT bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dengan mengolah limbah dari 16 ribu rumah di Pontianak Barat.
*Pelebaran jalan akan dilakukan setelah instalasi pipa limbah selesai agar tidak terjadi pembongkaran ulang aspal jalan.
*Wali Kota Edi Kamtono juga memprioritaskan pembebasan lahan untuk penuntasan paralel Jalan Husein Hamzah guna mengurai kemacetan.






