KalbarOke.Com — Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa MAN Model Kota Singkawang. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, memimpin langsung pertemuan evaluasi bersama pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kecamatan Singkawang Tengah di Kantor Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Dwi Yanti mengungkapkan bahwa kondisi para siswa yang terdampak kini telah membaik secara signifikan. Dari total 56 siswa yang mengalami gejala keracunan, 54 orang di antaranya sudah dinyatakan pulih sepenuhnya.
“Penanganan sudah maksimal. Saat ini tinggal dua orang yang masih dirawat dan informasinya hari ini sudah diperbolehkan pulang,” tegas Dwi Yanti.
Meskipun penanganan medis telah berjalan lancar, Pemkot Singkawang tidak ingin kecolongan lagi. Sebagai langkah preventif, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia program MBG. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) secara acak untuk memastikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kelaikan higiene lingkungan tetap terjaga.
Terkait penyebab pasti insiden tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Achmad Hardin, menyatakan bahwa sampel makanan telah dikirim ke laboratorium Balai POM untuk diteliti. Proses ini memerlukan waktu karena petugas harus melalui tahapan penumbuhan bakteri guna mengidentifikasi sumber kontaminasi.
“Walaupun BGN sudah memiliki spesifikasi standar dapur, Dinas Kesehatan tetap melakukan pendampingan agar standar itu benar-benar diterapkan di lapangan,” ujar Hardin.
Hardin juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis para siswa ditanggung sepenuhnya melalui BPJS Kesehatan. Selain itu, pihak pengelola dapur MBG dari Kelurahan Bukit Batu telah menunjukkan tanggung jawab dengan melakukan pendampingan harian kepada para korban di fasilitas kesehatan.
Ke depan, Pemkot Singkawang berencana mengundang seluruh mitra dapur MBG untuk mendapatkan arahan langsung dari Wali Kota Singkawang guna menjamin kualitas keamanan pangan bagi para pelajar di kota tertoleran se-Indonesia tersebut.
Ringkasan Berita
*Sebanyak 56 siswa MAN Model Singkawang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana 54 siswa di antaranya telah pulih per 10 Februari 2026.
*Sekda Kota Singkawang Dwi Yanti memimpin evaluasi bersama pihak SPPG MBG Singkawang Tengah untuk membahas pengawasan ketat.
*Pemkot Singkawang akan menerapkan sistem sidak mendadak ke seluruh dapur mitra MBG untuk memantau SOP dan izin laik higiene.
*Sampel makanan sedang dalam tahap pemeriksaan laboratorium oleh Balai POM untuk menentukan penyebab pasti keracunan.
*Seluruh biaya pengobatan para siswa dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan pendampingan langsung dari pihak pengelola dapur MBG.





