Penyelam Ikan di Beduai Temukan Mortir Aktif, Kapolsek: Jangan Ceroboh Jika Menemukan Benda Serupa

Warga Beduai, Sanggau, digegerkan penemuan mortir aktif di muara sungai. Simak kronologi penemuan oleh penyelam ikan hingga langkah aman pihak kepolisian. (Foto: Fb/AgusAlfian)

KalbarOke.Com — Warga Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, dihebohkan dengan penemuan satu buah mortir yang diduga masih aktif di wilayah Muara Sungai Beduai. Benda berbahaya tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang warga saat sedang menyelam untuk mencari ikan.

Peristiwa bermula pada Minggu malam (15/2/2026), ketika Mario Febrian (33), warga Dusun Timaga, menyelam di pertemuan aliran Sungai Beduai. Ia menemukan benda logam mencurigakan yang setelah diperiksa secara kasat mata ternyata merupakan sebuah mortir.

Sadar akan bahaya ledakan, Mario menunjukkan sikap yang sangat bertanggung jawab. Ia tidak membawa mortir tersebut ke pemukiman, melainkan menyimpannya sementara di area aliran Sungai Sekayam yang jauh dari aktivitas warga sebagai langkah antisipasi. Baru pada Selasa siang (17/2/2026), ia secara sukarela menyerahkan barang bukti tersebut ke Mako Polsek Beduai.

Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, membenarkan penyerahan bahan peledak tersebut dan memberikan apresiasi tinggi atas tindakan bijak warga tersebut.

Baca :  Ngilu Bang! Sap Lintang Patah di Tanjakan Embaloh, Truk CPO Terguling 3 Kali di Tayan Hilir

“Benar, pada hari Selasa siang kami menerima penyerahan satu buah mortir yang diduga masih aktif dari warga. Kami sangat mengapresiasi tindakan saudara Mario yang tidak bertindak ceroboh dan segera menyerahkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Heri Triyana.

Berdasarkan analisa awal, mortir tersebut diduga merupakan sisa konflik bersenjata atau peninggalan masa perang yang pernah terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Namun, pihak kepolisian tetap menunggu pemeriksaan mendalam dari tim Penjinak Bahan Peledak (Jibom) untuk memastikan tingkat keaktifannya.

AKP Heri Triyana juga mengingatkan warga agar tetap waspada, mengingat temuan ini menjadi indikasi kemungkinan masih adanya benda serupa yang terpendam di dasar sungai atau di dalam tanah.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang sering menyelam atau mencari ikan, agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat,” tegasnya.

Baca :  Warga Ngeluh Sungai Tercemar, Tim Gabungan Tayan Hulu Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Berakak

Saat ini, situasi di Kecamatan Beduai tetap aman dan kondusif. Polsek Beduai melalui Unit Pulbaket terus melakukan deteksi dini dan pemantauan situasi kamtibmas guna memastikan keselamatan seluruh masyarakat pasca penemuan tersebut.


Ringkasan Berita

*Seorang warga bernama Mario Febrian menemukan mortir yang diduga masih aktif saat menyelam mencari ikan di Muara Sungai Beduai pada 15 Februari 2026.

*Penemu sempat mengamankan mortir di lokasi yang jauh dari pemukiman sebelum akhirnya diserahkan secara resmi ke Polsek Beduai pada Selasa (17/2/2026).

*Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana menduga mortir tersebut merupakan peninggalan masa perang atau konflik bersenjata di Kalimantan Barat.

*Masyarakat diminta untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan segera melapor jika menemukan benda logam mencurigakan serupa.

*Penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh tim Penjinak Bahan Peledak (Jibom) sesuai standar operasional pengamanan bahan peledak.