Presiden Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Terintegrasi pada 2026

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan terintegrasi pada 2026. Foto: Zain_Mustaghfir dari Pixabay

KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan nasional melalui pembangunan desa nelayan secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan sebagai bagian dari rencana besar membangun 5.000 desa nelayan hingga 2029.

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

“Selama Republik Indonesia berdiri, nelayan kita belum pernah mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Mereka kesulitan es, solar, hingga akses pasar. Ini yang akan kita ubah,” kata Prabowo.

Presiden menyatakan setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memastikan rantai distribusi hasil tangkapan berjalan efisien dan meningkatkan posisi tawar nelayan di pasar.

Baca :  Kapolri Kawal Pemulihan Pascabencana dari Aceh hingga Sumbar

Menurut Prabowo, program ini tidak dijalankan dengan pola bantuan langsung, melainkan melalui skema koperasi. Seluruh fasilitas akan dikelola secara kolektif dan dibiayai melalui mekanisme pembiayaan yang harus dikembalikan secara bertahap.

“Ini bukan hand out. Kita organisasikan dalam koperasi. Semua biaya akan dibayar kembali ke bank dan ke pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah, kata Prabowo, akan memberikan kelonggaran waktu pengembalian investasi hingga lebih dari 10 tahun agar tidak memberatkan nelayan. Ia menilai skema tersebut adil karena dunia usaha besar pun kerap memperoleh kredit jangka panjang dan restrukturisasi.

“Kita beri kelonggaran 11 sampai 12 tahun. Pengusaha besar juga sering mendapat kredit belasan tahun dan minta restrukturisasi,” katanya.

Selain desa nelayan, Prabowo juga menyinggung percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa. Ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang saat ini tengah dalam proses pembentukan.

Baca :  KKP Perketat Pengawasan Mutu Produk Perikanan Jelang Ramadan

Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga rendah. Prabowo menegaskan skema ini dirancang untuk memutus ketergantungan masyarakat desa terhadap rentenir.

“Semua barang subsidi akan punya akses langsung ke rakyat. Tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” ujar Prabowo.

Presiden menambahkan, pendanaan program tersebut bersumber dari optimalisasi dana desa yang telah digulirkan selama satu dekade terakhir. Ke depan, dana tersebut akan diarahkan lebih terstruktur dan produktif agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Langkah ini, menurut Prabowo, menegaskan visinya menjadikan sektor kelautan sebagai masa depan ekonomi Indonesia, dengan desa nelayan sebagai pusat pertumbuhan baru yang modern, mandiri, dan berdaya saing global. (*/)